Tribunlampung.co.id, Pelaihari - Pengemudi mobil minibus warna putih mengalami luka serius usai terjun bebas ke jurang Jembatan Tiung, Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Senin (6/4/2026)
Ditegaskan oleh pihak kepolisian bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal.
Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan, kendaraan minibus putih itu sebelumnya bergerak dari arah Kintap menuju Pelaihari sebelum akhirnya terjun ke bawah jembatan.
“Pengemudi satu orang, perempuan dewasa. Korban dalam kondisi sadar, namun mengalami patah tangan,” terangnya.
Korban sempat dievakuasi menggunakan ambulans dari lokasi kejadian.
Baca Juga Sopir Belum Mahir, Xenia Terjun Bebas ke Jurang Sedalam 15 Meter
Namun saat dalam perjalanan, korban kemudian dipindahkan ke mobil pribadi yang diduga milik kerabatnya.
Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.
Meski mengalami luka, kondisi korban disebut masih stabil.
Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat memastikan kronologi pasti kejadian karena korban masih menjalani penanganan medis.
Kejadian serupa, sepeda motor yang ditumpangi tiga orang terjun ke jurang sedalam kurang lebih enam meter akibat rem blong saat melintasi turunan curam.
Kecelakaan tunggal itu terjadi di jalur alternatif Kaligereng, tepatnya wilayah Genjor, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB,
Saat kejadian, motor Honda Genio bernomor polisi AG 6649 RDS dikendarai Dandi Setiawan (27), warga Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.
Korban membonceng dua orang, yakni Tria Yuniawati (42) dan Selim Mikaila Azahra (8).
Kapolsek Watulimo AKP Sunarto mengungkapkan, kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan melalui jalur alternatif Kaligereng.
Saat di tikungan terakhir dengan kondisi jalan menurun tajam, pengendara tidak mampu mengendalikan laju kendaraan karena rem tidak berfungsi alias rem blong.
"Di lokasi tersebut memang memiliki medan yang cukup curam dengan turunan tajam. Diduga rem kendaraan mengalami panas berlebih sehingga tidak berfungsi atau rem blong," ujar Sunarto.
Akibatnya, sepeda motor tergelincir ke sisi kiri jalan dan terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar enam meter.
Warga yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi korban sebelum dibawa ke Puskesmas Watulimo.
Dalam Laka Lantas tersebut, pengendara mengalami luka lecet pada kaki serta memar di bagian dada.
Penumpang wanita mengalami luka benturan di kepala, sobek di pelipis, serta sempat mengalami penurunan kesadaran.
Sementara penumpang anak-anak yaitu Selim, mengalami memar di paha kanan.
"Korban kita larikan ke Puskesmas Watulimo agar segera mendapatkan penanganan pertama," ungkapnya.
Korban diketahui hendak bersilaturahmi ke rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Watulimo.
Meski pengendara sudah beberapa kali melintasi jalur tersebut dan cukup mengenal medan jalan, kendaraan diduga tidak diistirahatkan sehingga sistem pengereman mengalami panas berlebih.
"Pengendara sebenarnya tidak asing dengan jalur ini, namun kemungkinan motor tidak sempat diistirahatkan saat perjalanan sehingga rem terlalu panas dan akhirnya blong," ucapnya.
Sunarto menegaskan bahwa jalur alternatif Kaligereng sebenarnya tidak direkomendasikan bagi pengendara luar daerah maupun kendaraan tertentu terutama matik.
Petugas telah memasang sejumlah rambu peringatan serta imbauan agar masyarakat memilih jalur utama yang lebih aman.
"Kami sudah banyak memberikan rambu-rambu dan imbauan agar pengguna jalan tidak melewati jalur tersebut dan disarankan menggunakan jalur utama," tukas mantan Wakapolsek Tulungagung Kota tersebut.
Sumber: BanjarmasinPost.co.id