Mauricio Souza Ungkap Dua Faktor Kekalahan Persija dari Bhayangkara Lampung FC
Hasiolan Eko P Gultom April 06, 2026 05:30 PM

Mauricio Souza Ungkap Dua Faktor Kekalahan Persija dari Bhayangkara Lampung FC

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Persija Jakarta kembali gagal meraih poin sempurna setelah takluk 3-2 dari Bhayangkara Lampung FC pada laga pekan ke-26 Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (6/4/2026).

Skuad Macan Kemayoran sejatinya tampil menjanjikan di awal laga. 

Baca juga: Persija Lupa Menang di Momen Kritis, Gelar Juara Melayang ke Tangan Persib & Borneo

Mereka langsung membuka keunggulan lewat gol cepat Rayhan Hanan. Namun, tuan rumah mampu merespons dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Moussa Sidibe pada menit ke-28.

Petaka bagi Persija terjadi di awal babak kedua setelah Jordi Amat diganjar kartu merah pada menit ke-49. 

Bermain dengan 10 pemain membuat tim tamu harus bekerja ekstra keras untuk menjaga keseimbangan permainan.

Meski demikian, Persija sempat kembali unggul 2-1 pada menit ke-62 lewat gol indah Fabio Colonego melalui sepakan bebas. 

Keunggulan tersebut justru memantik semangat Bhayangkara Lampung FC untuk tampil lebih agresif.

Hasilnya, Dendy Sulistyawan berhasil mencetak gol penyeimbang melalui situasi bola mati. Persija yang berambisi membawa pulang tiga poin terus menekan di sisa waktu pertandingan, namun justru kembali kebobolan.

Melalui skema serangan balik, Moussa Sidibe menunjukkan kualitas individunya dengan melewati lini belakang Persija sebelum melepaskan sepakan terukur ke pojok gawang. 

Meski sempat ditepis kiper Cyrus Margono, bola tetap meluncur masuk dan memastikan kemenangan tim tuan rumah.

Usai pertandingan, pelatih Persija Mauricio Souza mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut.

Ia menilai timnya sebenarnya memulai laga dengan baik, namun kehilangan kontrol setelah kebobolan.

“Kami memulai pertandingan sesuai rencana. Kami tahu bagaimana mencari ruang untuk mencetak gol, dan kami melakukannya. Tapi situasi berubah ketika kami berhenti bermain dan memberi ruang kepada lawan,” ujar Mauricio.

Ia juga menyoroti kartu merah Jordi Amat sebagai titik balik pertandingan yang membuat timnya kesulitan.

“Di babak kedua, pertandingan sepenuhnya dipengaruhi kartu merah. Sangat sulit bermain dengan 10 pemain, apalagi beberapa pemain juga belum berada dalam kondisi terbaik,” ungkapnya.

Sementara itu, pemain Persija, Doni Tri Pamungkas, menilai laga tersebut menjadi pelajaran berharga bagi timnya ke depan.

“Pertandingan hari ini sangat keras dan ini bukan hasil yang kami inginkan. Tapi ini jadi pengalaman penting untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” kata Doni.

Kekalahan ini membuat jarak Persija dengan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen menjadi sembilan poin. Margin lima poin dengan Boreno FC yang berada di peringkat kedua dengan mengemas 57 poin.

Sedangkan raihan tiga poin membuat Bhayangkara FC mantap di peringkat kelima dengan torehan 44 poin.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.