TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - RSUD Kraton terus mengoptimalkan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) guna, meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan bagi ibu dan bayi di Kabupaten Pekalongan.
Upaya ini dilakukan melalui pembinaan jejaring rujukan serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat puskesmas.
Kegiatan pembinaan diikuti oleh perwakilan dari 20 puskesmas, di aula RSUD setempat.
Baca juga: Catat! Ini Daftar Puskesmas di Temanggung yang Siaga IGD 24 Jam Selama Mudik Lebaran
Masing-masing, terdiri atas satu bidan dan satu nutrisionis.
Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan sosialisasi penurunan prevalensi stunting dan wasting sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.
Direktur RSUD Kraton, dr. Henny Rosita, menjelaskan bahwa PONEK merupakan sistem layanan kegawatdaruratan terpadu yang beroperasi selama 24 jam untuk menangani ibu hamil, ibu bersalin, serta bayi baru lahir dengan kondisi darurat.
"Melalui PONEK, layanan puskesmas atau PONEK terintegrasi dengan rumah sakit, sehingga penanganan komplikasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Ini sangat penting, untuk meningkatkan keselamatan ibu dan bayi," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, sistem rujukan memanfaatkan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE).
Melalui sistem ini, rumah sakit tujuan dapat memastikan kesiapan layanan sebelum pasien dirujuk, sehingga risiko keterlambatan penanganan dapat ditekan.
Adapun kasus yang dirujuk meliputi berbagai kondisi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal, seperti perdarahan hebat, eklampsia, hingga kondisi gawat janin.
"RSUD Kraton sebagai fasilitas PONEK telah didukung tenaga medis multidisiplin, termasuk dokter spesialis kandungan, anak, dan anestesi, serta fasilitas penunjang seperti ruang NICU dan ICU," imbuhnya.
Baca juga: 20 Puskesmas Termasuk Daftar Wajib Setor Uang THR ke Bupati Cilacap
Selain itu, puskesmas sebagai fasilitas PONED memiliki peran penting dalam melakukan stabilisasi awal pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Sinergi antara puskesmas dan rumah sakit ini menjadi kunci keberhasilan sistem rujukan yang efektif.
"Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Mohammad Yasin, dr. Mohammad Rizal, serta dr. Asma’ul Kholifia. Para peserta mendapatkan pembaruan pengetahuan terkait kriteria rujukan, langkah stabilisasi pasien, kelengkapan administrasi, hingga prosedur rujukan sesuai standar," tambahnya. (Dro)