TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pertandingan Liga 4 Papua Barat antara Persitelbin vs Kaimana FC sempat ricuh setelah wasit meniup peluit panjang.
Laga yang berlangsung sengit itu berkesudahan dengan skor 2-3 untuk kemenangan Kaimana FC.
Kericuhan diduga dipicu ketidakpuasan kubu Persitelbin atas kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil.
Sejumlah pemain dan ofisial melayangkan protes keras, hingga pelatih Persitelbin diganjar kartu kuning dan kartu merah akibat protes berlebihan.
Keputusan tersebut memicu emosi dan sempat terjadi keributan di akhir laga.
Aparat keamanan bersama panitia pertandingan bergerak cepat mengamankan wasit dari kerumunan, sehingga situasi dapat dikendalikan dan tidak meluas.
Baca juga: Menang Dramatis di Menit Akhir, Kaimana FC Fokus ke Semifinal Liga 4 Papua Barat
Berdasarkan pantauan di lapangan, pertandingan berlangsung ketat sejak awal.
Persitelbin Bintuni tampil dominan di babak pertama dan unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Kaimana FC meningkatkan intensitas serangan dan menyamakan kedudukan 1-1.
Persitelbin sempat kembali unggul 2-1, namun Kaimana menunjukkan mental bertanding yang kuat dengan menyamakan skor 2-2 menjelang akhir waktu normal.
Drama terjadi di masa tambahan waktu, ketika Kaimana FC mencetak gol penentu kemenangan.
Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang, sekaligus memastikan tiga poin bagi tim asal Kaimana.
Meski pertandingan berakhir dengan kemenangan Kaimana FC, hasil tersebut diwarnai kericuhan akibat protes terhadap keputusan wasit.