Abaikan Ancaman Donald Trump, Iran Malah Bikin Aturan Baru Soal Operasional di Selat Hormuz
khairunnisa April 06, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Iran tampaknya sama sekali tak menggubris ancaman dari Presiden Ameriak Serikat Donald Trump soal Selat Hormuz.

Alih-alih menuruti permintaan Trump, pihak Iran justru mempersiapkan rencana besar untuk mengubah aturan operasional di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia. 

Langkah tersebut diambil di tengah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, yang membuat kawasan tersebut nyaris tertutup. 

Ketegangan meningkat setelah ancaman baru dari Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan serangan terhadap infrastruktur Iran. 

Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka hampir menyelesaikan persiapan operasional untuk menerapkan aturan baru di kawasan Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz. 

Dalam pernyataannya di platform X pada Minggu (5/4/2026), sebagaimana dikutip AFP, angkatan laut IRGC menyebut, “Pasukan angkatan laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang telah diumumkan otoritas Iran mengenai tatanan baru Teluk Persia.” 

Mereka juga menegaskan bahwa kondisi di selat tersebut tidak akan kembali seperti sebelumnya. 

“Kondisi di selat itu tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya, terutama bagi AS dan Israel,” demikian pernyataan mereka. 

Ancaman Trump 

Pernyataan Iran ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Teheran. 

Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. 

Ancaman tersebut memperburuk situasi di kawasan yang sudah memanas akibat perang yang dimulai AS dan Israel sejak 28 Februari. 

Jalur energi dunia terganggu Sejak perang dimulai, Iran hanya mengizinkan lalu lintas terbatas di Selat Hormuz. 

Akibatnya, aliran sekitar 20 persen minyak dan gas global mengalami gangguan signifikan. 

Selat ini menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas dunia, sehingga setiap pembatasan langsung berdampak pada pasar energi internasional.

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.