Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memicu longsor tebing setinggi sekitar 30 meter di Dukuh Gondangsari, Desa Banaran, Senin (6/4/2026).
Akibat kejadian tersebut, akses jalan desa terputus total dan tiga rumah warga terisolasi, memaksa penghuni mencari jalur alternatif untuk beraktivitas.
Longsor tebing setinggi 30 meter itu direkam oleh warga. Sehingga video amatir detik-detik longsor menyebar diberbagai media sosial (medsos).
Pantauan Tribunjatim.com, material masih separuh menutup jalan. Sementara yang separuh berhasil dibersihkan. Akan tetapi warga belum berani melintas.
Baca juga: Sempat Disebut Bakal Disidangkan di Ponorogo, Eks Bupati Sugiri Sancoko Belum Diadili PN
Lantaran takut ada longsor susulan. Mereka memilih melintasi tegalan atau ladang yang berada di sebelahnya.
“Kemarin memang hujan deras. Nyaris dua jam. Jadi longsor dan menutup jalan poros desa ini,” ungkap salah satu warga, Wahruddin, Senin (6/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa ada 3 rumah warga yang terisolasi. Lantaran jika mau kemana-mana jalan satu-satunya yang diterjang longsor saat ini.
Kepala Desa Banaran, Sarnu mengatakan bahwa hujan lebat mengguyur lokasi. Hal itu menyebabkan tanah jenuh dan menjadi ambrol atau longsor.
Baca juga: DPRD Warning ASN Ponorogo soal WFH Setiap Jumat: Bukan Berarti Libur
“Ada rumah warga yang terisolasi. Ada 3 rumah warga terisolasi. Mereka terpaksa lewat ladang,” papar Sarnu.
Sarnu mengklaim Pemerintah Desa (Pemdes) Banaran telah melakukan pemetaan serta menghimbau warga untuk menjauh dari area mahkota longsor.