BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga masih menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan.
Kondisi ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel melakukan pembelajaran lapangan atau study tiru ke Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, pada 3-5 April 2026.
Kepala DLH Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo mengatakan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah infrastruktur atau teknologi pengolahan.
Menurutnya, akar persoalan berada pada kebiasaan masyarakat yang belum konsisten memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Pengolahan sampah yang efektif harus dimulai dari rumah tangga. Tanpa itu, teknologi apa pun tidak akan berjalan optimal,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Karena itu, pembelajaran di Rorotan tidak hanya menyoroti aspek teknis. DLH Kalsel juga mencoba pendekatan sosial yang mampu mendorong keterlibatan warga secara aktif.
Baca juga: Ditemukan Mengapung, Jasad Pria Dievakuasi Tim Gabungan dari Kolam Regulasi Murakata Barabai HST
Di wilayah tersebut, pengelolaan sampah berbasis komunitas dinilai berjalan lebih sistematis, mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan.
Model ini diperkuat dengan strategi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang menyasar perubahan kebiasaan masyarakat.
DLH Kalsel menilai pendekatan ini relevan untuk menjawab tantangan di daerah, di mana kesadaran memilah sampah masih menjadi pekerjaan rumah.
Selain itu, rombongan juga mempelajari penerapan teknologi seperti Refuse Derived Fuel (RDF). Namun, Rahmat menegaskan, teknologi hanya akan efektif jika didukung perubahan perilaku di tingkat hulu.
“Teknologi itu penting, tetapi bukan solusi utama. Kalau sampah dari rumah tangga tidak dipilah, proses di hilir akan tetap terbebani,” katanya.
Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan dari Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Sepulang dari study tiru, peserta diharapkan tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong praktik serupa di daerah masing-masing.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)