BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Teka-teki mengenai penerapan sistem kerja Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Hingga saat ini, pemerintah daerah setempat memilih mengambil posisi wait and see atau memantau perkembangan situasi sebelum benar-benar mengetuk palu kebijakan tersebut.
Langkah hati-hati ini diambil karena Pemkab Tanah Bumbu tidak ingin kebijakan yang bertujuan untuk efisiensi energi justru mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, memberikan sinyal bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru mengekor kebijakan kota besar tanpa kajian yang matang.
Menurut pria yang akrab disapa Bang Arul tersebut, kondisi mobilitas di Tanah Bumbu masih sangat terkendali sehingga urgensi penerapan WFH belum berada di titik krusial.
“Di daerah kita tingkat mobilitasnya tidak terlalu tinggi, sehingga masih perlu penyesuaian dengan aktivitas yang ada,” tegas bupati belum lama tadi saat menjelaskan alasan di balik sikap tenang pemerintah daerah.
Baca juga: Belajar ke Rorotan Jakarta, DLH Kalsel Ingin Perubahan Perilaku Kelola Sampah dari Rumah
Sikap waspada ini juga dipengaruhi oleh kalender nasional, mengingat hari Jumat lalu merupakan hari libur, sehingga efektivitas pola kerja baru baru bisa dievaluasi pada pekan-pekan mendatang.
Meski demikian, Pemkab Tanah Bumbu tetap menyadari adanya ancaman dinamika global, termasuk kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah yang menjadi dasar arahan pemerintah pusat.
Kajian yang sedang dilakukan saat ini mencakup pemetaan bagian mana saja yang memungkinkan untuk bekerja secara digital dan bagian mana yang tetap harus hadir di kantor secara fisik.
Arul juga menekankan bahwa esensi dari kebijakan ini adalah efisiensi, yang mana hal itu sebenarnya sudah ia terapkan dalam pola kerja pribadinya sehari-hari.
Ia mencontohkan bahwa bekerja di luar jam kantor atau di akhir pekan tidak selalu berarti harus melakukan pemborosan energi atau penggunaan BBM yang berlebihan.
“Kalau saya, Sabtu-Minggu juga tetap bekerja. Namun, meskipun bekerja, belum tentu menggunakan BBM secara berlebihan. Jadi nanti kita lihat sesuai kebutuhan,” ucapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syharin)