Harga Kantong Plastik Naik, Pedagang Pasar Inpres Muara Enim Menjerit karena Keuntungan Tergerus
tarso romli April 06, 2026 08:27 PM

 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM – Para pedagang di Pasar Inpres Muara Enim mulai mengeluhkan lonjakan harga kantong plastik yang terjadi dalam sepekan terakhir. Kenaikan yang dinilai tidak wajar ini berdampak langsung pada biaya operasional dan menggerus margin keuntungan para pedagang kecil.

Rostima Siregar, pedagang daging di Pasar Inpres Muara Enim menyebut, kenaikan kali ini bukan lagi sekadar fluktuasi biasa, melainkan sudah berganti level harga atau "pindah harga".

Hal ini kian memberatkan karena terjadi di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok pascalebaran.

"Kantong plastik ini kebutuhan wajib. Hampir semua aktivitas jual beli tidak lepas dari plastik. Kalau harga daging kami naikkan hanya untuk menutupi biaya plastik, nanti malah susah laku," keluh Rostima, Senin (6/6/2026).

Lonjakan Signifikan pada Plastik Bening

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan paling tajam terjadi pada jenis plastik bening.

Harga yang sebelumnya berkisar Rp7.000 hingga Rp8.000 per pak, kini melonjak drastis menjadi Rp12.000 hingga Rp13.000 per pak.

Sementara itu, plastik hitam juga mengalami kenaikan meskipun tidak sedrastis plastik bening, dengan kenaikan rata-rata di angka Rp1.000 hingga Rp2.000 per pak.

Dampak Bahan Baku Impor dan Konflik Global

Fredi (32), seorang distributor plastik di Muara Enim, membenarkan adanya tren kenaikan ini.

Menurutnya, lonjakan harga dipicu oleh naiknya harga biji plastik sebagai bahan baku utama yang masih bergantung pada impor.

“Informasi dari agen, harga biji plastik impor terdampak situasi konflik di Timur Tengah, sehingga harga global ikut naik,” jelas Fredi.

Ia menambahkan bahwa kenaikan ini sebenarnya sudah terasa sejak sebelum Ramadan dan merangkak naik secara bertahap hingga usai Lebaran.

Kondisi ini turut memengaruhi distribusi barang karena para pedagang mulai membatasi volume pembelian kantong plastik akibat harganya yang selangit.

"Kami berharap harga segera stabil agar aktivitas perdagangan kembali normal tanpa tekanan biaya operasional yang tinggi," pungkasnya.

Baca juga: Awal Pekan Menguat Tajam, Harga Karet KKK 100 Persen Tembus Rp34 Ribu per Kilogram 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.