TRIBUNJOGJA.COM - Sempat diparkir saat melawan Dewa United Banten FC demi mencegah cedera memar paha yang memburuk, Rahmatsho Rahmatzoda kini dinyatakan pulih secara medis dan siap kembali memperkuat PSIM Jogja.
Kehadiran pemain asal Tajikistan ini melengkapi kondisi skuad Laskar Mataram yang dinyatakan fit seluruhnya oleh tim medis.
Dokter tim PSIM Jogja, Hansel, mengonfirmasi bahwa penanganan intensif terhadap Rahmatsho pascalaga uji coba melawan PSBS Biak pada 27 Maret lalu telah membuahkan hasil. Masalah pada otot paha kiri sang pemain kini telah teratasi sepenuhnya.
“Setelah pertandingan uji coba melawan Biak itu dia mengalami benturan. Benturan itu menghasilkan ada memar otot di paha kirinya, tepatnya bagian rectus femoris,” ujar Hansel mengenai penyebab absennya Rahmatsho pada pekan ke-26 BRI Super League, Jumat (3/4) lalu.
Keputusan tim medis untuk mengistirahatkan Rahmatsho saat laga kontra Dewa United bersifat preventif. Hansel menjelaskan, saat itu sang pemain masih mengeluhkan rasa tidak nyaman yang berisiko meningkat menjadi cedera serius jika dipaksakan bermain.
“Karena hingga menjelang laga melawan Dewa masih terasa tidak nyaman, tim medis memutuskan untuk mengistirahatkannya agar kondisi tidak memburuk. Namun, secara medis kondisi Rahmatso saat ini sudah clear dan per sesi latihan kemarin ia sudah kembali berlatih. Untuk latihan besok, ia akan dicek terlebih dahulu oleh pelatih fisik sebelum bergabung latihan bersama tim,” tutur Hansel.
Kabar baik juga datang dari proses pemulihan Anton Fase. Pemain berkebangsaan Belanda tersebut dilaporkan telah memasuki tahap akhir penyembuhan cedera retak tulang jempol kaki. Hansel mengakui bahwa durasi penyembuhan Anton memang melampaui estimasi awal tim medis.
“Pemulihan cedera retak tulang Anton saat ini harapannya sudah berada di tahap akhir dan tinggal sedikit lagi untuk sembuh total. Sebelumnya, proses penyembuhan memang memakan waktu agak lama dan tidak secepat ekspektasi awal kami,” terang Hansel.
Keterlambatan ini terjadi karena adanya gangguan pada fase mobilisasi awal. Satu setengah bulan pascacedera, tim medis sempat mencoba gerakan sederhana, namun munculnya nyeri berulang memaksa tim untuk memperketat protokol perawatan.
“Harusnya kalau ada retak itu memang dijaga dulu supaya tidak terlalu banyak gerak. Saat satu setengah bulan pasca cedera, kami mencoba mulai melakukan mobilisasi dengan gerakan sederhana karena kondisinya sudah menunjukkan tanda membaik. Tapi ternyata setelah jalan seminggu, nyerinya kambuh lagi,” jelasnya.
Saat ini, Anton difokuskan pada terapi untuk menjaga massa otot tubuh bagian atas. Jika tidak ada kendala dalam sisa pekan ini, ia dijadwalkan segera kembali ke lapangan hijau.
“Harapannya, pada minggu depan Anton sudah bisa mulai turun lapangan. Ia akan memulai proses adaptasi dengan melakukan program latihan individu terlebih dahulu,” tutur Hansel.
Di luar kondisi Rahmatsho dan Anton, Hansel memastikan bahwa tidak ada tambahan pemain yang masuk ke ruang perawatan pascapertandingan terakhir. Kondisi fisik kolektif Laskar Mataram saat ini dinilai cukup stabil untuk menghadapi jadwal pertandingan mendatang.
“Bersyukur setelah laga melawan Dewa kemarin tidak ada tambahan pemain yang cedera, sehingga semuanya dalam kondisi fit dan siap untuk bermain,” pungkas Hansel.