Israel Serang Lebanon, Masih Ada TNI Tugas di Sana
Refly Permana April 06, 2026 08:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Israel terus menyerang Lebanon, sejumlah fasilitas publik rusak parah.

Serangan terbaru datang pada akhir pekan pertama di bulan April 2026.

Dengan kata lain, serangan ini datang setelah adanya tiga TNI yang bertugas di Lebanon gugur.

Mengutip AlJazeera.com, empat orang tewas dalam serangan yang mengenai sebuah mobil di kota Kfar Rumman di selatan.

Baca juga: Sosok Praka Farizal Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ayah Satu Anak, Karang Taruna Aktif Semasa Muda

Sebuah pesawat tak berawak Israel menyerang dekat Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh al-Fawqa, menewaskan satu orang dan melukai satu orang lagi.

Elie Yaacoub, kepala Tim Analisis Krisis Lebanon dari Mercy Corps, mengatakan bahwa wilayah di selatan sungai Litani tidak sedang mengalami eskalasi militer, melainkan “isolasi sistematis terhadap seluruh populasi.”

“Penghancuran jembatan-jembatan utama dan jalur transportasi secara efektif memutus akses bantuan kemanusiaan hingga 150.000 orang, menciptakan kondisi bagi memburuknya kebutuhan dasar dan akses ke layanan penting secara cepat,” kata Yaacoub kepada Al Jazeera.

“Kita melihat kemunculan kembali taktik yang digunakan dalam perang tahun 2006, khususnya penargetan infrastruktur transportasi untuk mengisolasi wilayah selatan. Perbedaannya saat ini adalah skala kebutuhan dan kerapuhan sistem yang sudah berada di bawah tekanan, yang membuat konsekuensi kemanusiaan menjadi jauh lebih parah.”

Sementara itu, mengutip Kompas.com, hingga 5 April 2026 masih ada TNI yang bertugas di Lebanon.

Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan bagi prajurit tentara nasional Indonesia (TNI) yang masih berada di Lebanon.

"Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik," ucapnya, seperti disampaikan melalui akun X-nya, @SBYudhoyono, Minggu (5/4/2026). 

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur Jadi Korban Perang Israel–Hizbullah di Lebanon, Wasekjen PBB Sebut Kalimat Ini

SBY mengingatkan kepada mereka, ada keluarga yang menunggu kehadiran para prajurit TNI tersebut kembali ke Tanah Air. 

Terkait insiden gugurnya tiga prajurit TNI, SBY mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas. 

SBY mendesak PBB untuk menghentikan penugasan atau memindahkan lokasi UNIFIL. 

"Seharusnya PBB New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini," katanya.

SBY juga menyampaikan duka mendalamnya atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon saat bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.