Karhutla di Riau Capai 3.299 Hektare, Tambahan Bantuan Heli Water Bombing Segera Tiba
Muhammad Ridho April 06, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus bertambah. Hingga kini telah mencapai 3.299,73 hektare.

Data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat, wilayah paling terdampak berada di Kabupaten Pelalawan dengan luasan mencapai 1.735,31 hektare, disusul Bengkalis 687,51 hektare dan Dumai 374,12 hektare.

Selain itu, kebakaran juga meluas ke sejumlah daerah lain seperti Indragiri Hilir 178,75 hektare, Siak 119,29 hektare, Kampar 62,15 hektare, Rokan Hilir 54,00 hektare, Indragiri Hulu 36,40 hektare, Pekanbaru 34,05 hektare, Meranti 13,40 hektare, hingga Kuantan Singingi 4,75 hektare. 

"Sementara Rokan Hulu masih dilaporkan nihil kebakaran," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Riau, Edy Afrizal, Senin (6/4/2026).

Edy menjelaskan, menghadapi kondisi ini, pihaknya melakukan berbagai upaya pemadaman. Baik melalui jalur darat maupun udara.

Namun, keterbatasan akses ke lokasi kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan gambut yang sulit dijangkau, menjadi kendala utama bagi tim di lapangan.

Edy mengatakan bahwa tim darat tetap berupaya maksimal dengan peralatan yang ada. Namun untuk area yang jauh dan sulit dijangkau, bantuan udara menjadi sangat krusial.

“Banyak titik api berada di lokasi yang sulit diakses, seperti di Pelalawan dan Bengkalis, termasuk di Desa Teluk Lancar dan Kelemantan. Di sinilah peran water bombing sangat dibutuhkan,” ujar Edy.

Baca juga: Masih Ada Titik Asap, Karhutla di Desa Gambut Mutiara Pelalawan Ditargetkan Tuntas Hari Ini

Untuk memperkuat upaya pemadaman, hari ini Riau kembali mendapat tambahan bantuan satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kedatangan heli tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan Karhutla yang terus meluas.

“Infonya hari ini akan dikirim lagi tambahan satu unit helikopter water bombing ke Riau. Ini untuk memaksimalkan pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau,” jelasnya.

Edy menjelaskan, saat ini, sudah ada tiga unit helikopter yang siaga di Riau, terdiri dari dua heli patroli bantuan Kementerian Kehutanan dan BNPB, serta satu heli water bombing jenis Super Puma. 

Meski heli patroli difungsikan untuk pemantauan, armada tersebut juga turut membantu operasi penanggulangan Karhutla.

Penambahan heli water bombing ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Provinsi Riau sejak awal Maret lalu, guna memperkuat armada udara dalam menghadapi meningkatnya kasus kebakaran.

"Dengan tambahan bantuan tersebut, kami berharap upaya pemadaman bisa lebih optimal dan mampu menekan perluasan kebakaran, khususnya di wilayah-wilayah rawan yang sulit dijangkau oleh tim darat," ujarnya. 

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.