Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Jumlah pengunjung wisata di Pantai Pasar Bawah, Kabupaten Bengkulu Selatan, tidak mencapai target yang telah ditentukan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.
Penurunan jumlah wisatawan ini diungkapkan langsung oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Pasar Bawah, Maroni menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah menyiapkan sekitar 150 ribu tiket karcis masuk untuk libur Lebaran.
Namun, jumlah pengunjung yang datang jauh dari target, bahkan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, penurunan kunjungan wisata memang terjadi setiap tahun, namun pada tahun ini jumlahnya lebih drastis hingga mencapai sekitar 3.000 pengunjung.
“Sekitar kurang lebih hanya 7 ribu pengunjung dilihat dari blok tiket yang terjual, sehingga ini sangat jauh dari perkiraan yang telah kita lakukan,” ujar Maroni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (6/4/2026).
Maroni menyebutkan, penurunan jumlah pengunjung tidak hanya terjadi saat libur Lebaran, tetapi juga pada momen libur Tahun Baru.
Baca juga: Pedagang Mengeluh, Pantai Pasar Bawah Bengkulu Selatan Kian Sepi Pengunjung
Pada periode tersebut, jumlah wisatawan hanya mencapai sekitar 7.000 orang, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 8.000 pengunjung.
“Penurunan memang terus terjadi di wisata Pantai Pasar Bawah ini,” ungkapnya.
Ia menilai, salah satu penyebab menurunnya jumlah pengunjung adalah kondisi fasilitas di Pantai Pasar Bawah yang belum memadai.
Beberapa fasilitas seperti gazebo, tempat UMKM, dan sarana pendukung lainnya belum diperbaiki, sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan.
Menurutnya, pengunjung merasa kecewa karena kurangnya tempat berteduh dan area istirahat yang layak, terutama bagi wisatawan yang datang bersama keluarga.
“Pengunjung kesal karena tidak ada tempat beristirahat yang nyaman. Mereka harus membentangkan tikar sendiri, sementara area yang seharusnya digunakan sudah dipenuhi pedagang,” jelas Maroni.
Maroni berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin dapat segera menertibkan dan menata ulang lokasi pedagang di kawasan Pantai Pasar Bawah.
Sebelumnya sempat ada rencana pemindahan lapak pedagang, namun hingga saat ini belum terealisasi karena keterbatasan fasilitas.
Rencana tersebut juga berkaitan dengan pengembangan area lain, seperti pembangunan wahana permainan anak.
“Untuk saat ini fasilitas utama seperti gazebo banyak yang rusak. Kami berharap pemerintah dapat membangun jalur pejalan kaki seperti jogging track, memperbaiki saluran, dan menyediakan tempat duduk bagi pengunjung,” ujarnya.
Selain itu, Maroni juga mengusulkan penghijauan kembali di kawasan Pantai Pasar Bawah, seperti penanaman pohon kelapa agar suasana pantai menjadi lebih rindang dan nyaman bagi wisatawan.
Ia optimistis, dengan penataan dan perbaikan fasilitas, minat pengunjung dapat kembali meningkat.
“Saat ini pemindahan pedagang belum bisa dilakukan karena fasilitas belum tersedia. Untuk sementara, kami berupaya membuat Pantai Pasar Bawah kembali sejuk dan nyaman,” tambahnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat segera mengalokasikan anggaran untuk penataan fasilitas pendukung, seperti lampu penerangan jalan, agar aktivitas wisata dapat berlangsung hingga malam hari.
Dengan adanya perbaikan fasilitas, penataan pedagang, serta dukungan pemerintah, diharapkan Pantai Pasar Bawah kembali menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung di masa mendatang.