Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong pada Minggu (5/4/2026) sore.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama, sehingga menyebabkan sungai dan saluran air meluap hingga masuk ke permukiman warga.
Selain banjir, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor di beberapa titik.
Material tanah dari tebing runtuh dan menutup badan jalan, sehingga menghambat serta mengganggu akses transportasi masyarakat.
Hingga Senin (6/4/2026) sore, proses pemulihan pascabencana masih terus dilakukan oleh pihak terkait bersama masyarakat setempat.
Dari pantauan wartawan TribunBengkulu.com di lapangan, sejumlah ruas jalan terdampak banjir dan longsor.
Meski sebagian besar titik longsor sudah mulai dibersihkan dan dapat dilintasi kembali, masih terdapat beberapa lokasi yang proses pembersihannya belum selesai.
Baca juga: Posko Bantuan Dibuka, Warga Terdampak Bencana di Lebong Bisa Ambil Logistik
Salah satu titik yang masih terganggu berada di kawasan Desa Tambang Sawah, Kecamatan Pinang Belapis.
Di lokasi ini, material longsor akibat hujan deras masih menutupi sebagian badan jalan sehingga akses kendaraan belum sepenuhnya normal.
Selain itu, sisa lumpur dari banjir juga masih menempel di permukaan jalan di beberapa wilayah.
Kondisi ini membuat jalan menjadi licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Sat Lantas Polres Lebong terus melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik terdampak.
Personel disiagakan untuk membantu kelancaran kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan.
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasat Lantas, Iptu Hendra Wijaya, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya saat melintasi jalur yang terdampak banjir dan longsor.
Kondisi jalan yang masih terdapat lumpur dan sisa material bencana berisiko tinggi, terutama bagi pengendara roda dua.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas. Kurangi kecepatan kendaraan dan perhatikan kondisi jalan,”sampainya saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com.
Pihak kepolisian juga memastikan akan terus melakukan pemantauan di lapangan hingga kondisi benar-benar aman dan seluruh akses jalan dapat digunakan secara normal kembali.
Personel Sat Lantas juga terus bersiaga di beberapa titik yang terdampak bencana untuk membantu pengaturan lalu lintas.
"Personel juga terus standby untuk membantu agar lalin bisa berjalan lancar dan aman,"tutup Kasat.