Legislator PDIP Sorot Imunisasi yang Tak Capai Target Meskipun Kasus Campak Turun
Feryanto Hadi April 06, 2026 09:17 PM

 

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Edy Wuryanto menegaskan bahwa penurunan kasus campak hingga 93 persen yang dilaporkan pemerintah tidak boleh membuat masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi lengah.

Di awal tahun ini, tercatat 2.220 kasus campak. 

Menurutnya, capaian penurunan tersebut perlu dibaca secara kritis, mengingat target imunisasi dasar di Indonesia sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Edy menilai penanganan campak oleh pemerintah sudah menunjukkan respons yang baik, terutama melalui peningkatan pelaporan kasus dan pelaksanaan imunisasi kejar.

Meski demikian, ia menekankan bahwa masih terdapat masalah mendasar yang belum terselesaikan sepenuhnya.

"Penurunan kasus ini tidak serta-merta mencerminkan kondisi aman. Justru kita harus jujur melihat bahwa cakupan imunisasi dasar kita sempat turun dan tidak mencapai target. Ini yang menjadi akar masalah,” kata Edy melalui pesan tertulisnya, Senin (6/4).

Edy menjelaskan bahwa lonjakan kasus campak yang sempat mencapai 2.220 kasus merupakan dampak dari melemahnya sistem imunisasi selama beberapa tahun terakhir. Salah satu buktinya adalah cakupan vaksinasi Campak-Rubela yang belum optimal.

Baca juga: KLB Campak Meningkat, Vita Ervina Ingatkan Anggaran Imunisasi Harus Ditambah

Contohnya, data September 2022 menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi Campak-Rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) secara nasional hanya mencapai 87,7 persen.

Saat itu, tidak ada satu pun provinsi di luar Jawa-Bali yang mencapai cakupan 90 persen. Bahkan di Jawa-Bali, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat tidak mencapai target 95 persen. Penurunan cakupan vaksinasi ini memang sempat terjadi selama masa pandemi Covid-19.

“Meningkatnya insidensi campak belakangan ini adalah akibat kelalaian dalam pelaksanaan program vaksinasi yang tidak mencapai target.

Pada periode 2019 hingga 2021 tercatat sekitar 1,7 juta bayi tidak memperoleh imunisasi lengkap. Ini jelas menciptakan kerentanan besar di masyarakat,” ujarnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak boleh hanya mengandalkan imunisasi massal, tetapi juga harus memperkuat sistem pencegahan yang berbasis komunitas.

Beberapa langkah yang ia usulkan meliputi percepatan pemulihan cakupan imunisasi dasar, penguatan kembali pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), peningkatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan primer, serta edukasi masyarakat untuk mengatasi keraguan terhadap vaksin

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak (Measles virus). Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan ditandai dengan gejala seperti:

  • Demam tinggi
  • Batuk, pilek, dan radang tenggorokan
  • Mata merah atau konjungtivitis
  • Ruam merah yang muncul di wajah lalu menyebar ke tubuh

Campak menular melalui droplet udara saat penderita batuk atau bersin, dan dapat dicegah dengan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.