Langkah Yudha Ferdiansyah Untuk Tangani Masalah Banjir di Palembang Usai Dilantik Sebagai Kadis PUPR
Slamet Teguh April 06, 2026 09:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan memaksimalkan tim terpadu dalam menanggulangi masalah banjir atau genangan air di sejumlah titik di Kota Palembang.

Hal ini sesuai arahan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, pasca banjir yang melanda akibat hujan deras, Minggu (5/4/2026).

Kepala Dinas PUPR, Yudha Ferdiansyah, memastikan dalam pencegahan dan penanganan banjir di Palembang akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VII Palembang.

"Pertama, sesuai arahan pak Wali minta tindakan cepat dari OPD terkait, dan kami sifatnya tim gabungan, terdiri bukan hanya Pemkot saja tapi ada peran Balai Besar, Pemprov sesuai amanat dari Kemendagri," jelas Yudha, Senin (6/4/2026).

Dijelaskan Yudha, fokus pihaknya saat ini mengantisipasi dan menanggulangi banjir ke depan, di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini.

"Intinya untuk penanggungan kedepan ditengah cuaca agak ekstrim, sesuai informasi dari BMKG sampai awal Mei. Jadi ketika masuk situasi seperti ini hujan deras sudah ada langkah antisipasi dan tindakan," paparnya.

Dalam hal mitigasi, langkah pertama yang akan dilakukan adalah normalisasi di sejumlah kolam retensi yang ada, termasuk drainase, terutama yang bersifat primer dan berukuran besar.

Baca juga: Ratu Dewa Tunggu Aksi Kadis PUPR, Yudha Ferdiansyah Untuk Tangani Banjir di Palembang

Baca juga: Daftar Pejabat Pemkot Palembang Dilantik Wali Kota Ratu Dewa, Yudha Ferdiansyah Jabat Kadis PUPR

Saat terjadi curah hujan tinggi dan pasang air, maka kondisi pompanisasi harus siap.

Serta menyebarkan tim terpadu di sejumlah titik yang rawan kemacetan akibat banjir, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

"Saat dilapangan, jika terjadi kondisi ekstrem seperti kemarin maka tim terpadu ini bergerak, jika cuaca sudah menunjukkan akan hujan maka tim sudah bergerak untuk persiapan. Mungkin petugas Pol PP dan Dishub sudah dititik tertentu untuk mengantisipasi kemacetan," bebernya.

Lalu tenaga kesehatan siaga jika ada yang akan dievakuasi, dan pihak kecamatan langsung turun ke lapangan untuk memastikan warganya di titik-titik yang rawan banjir, dengan menginformasikan sembari memberikan sosialisasi agar lebih nyaman.

"Termasuk penggunaan perahu karet bisa lebih awal, dan dengan pihak Kominfo dengan lebih sporadis menyampaikan informasi perkembangan cuaca dari BMKG," capnya.

Termasuk juga Dinas Damkar dan OPD yang memiliki pompa air, nantinya bisa bahu-membahu, hingga Balai Besar Wilayah Sungai ke depan diminta lebih aktif, karena pompanisasi Sungai Bendung tidak harus nunggu hujan lebat, begitu pasang dulu bisa dihidupkan. Jadi jika kondisi hujan bisa dimaksimalkan tanpa harus nunggu kelebu dulu," tukasnya.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.