Cuaca Babel Berubah Drastis, BMKG Sebut Dipicu Kelembapan dan MJO
Asmadi Pandapotan Siregar April 06, 2026 11:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), merasakan perubahan cuaca yang cukup signifikan. Setelah sebelumnya didominasi kondisi panas terik, dua hari terakhir justru diwarnai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, perubahan cuaca tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang saat ini aktif di wilayah Bangka Belitung.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Nenden Wardani menjelaskan, meningkatnya kelembapan udara menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya awan hujan.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya kelembapan udara serta dinamika atmosfer yang cukup mendukung pembentukan awan hujan," ujar Nenden kepada Bangkapos.com, Senin (6/4/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi panas yang sempat dirasakan masyarakat sebelumnya terjadi karena minimnya tutupan awan, sehingga sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi.

"Beberapa hari lalu terasa panas karena tutupan awan masih sedikit. Sekarang udara semakin lembap, sehingga pembentukan awan lebih mudah dan hujan jadi lebih sering terjadi," jelasnya.

Lebih lanjut, Nenden memaparkan sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi atmosfer saat ini. Di antaranya adalah aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Bangka Belitung, yang berperan dalam meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

Selain itu, wilayah Bangka Belitung juga mulai memasuki masa peralihan dari monsun Asia ke monsun Australia. Kondisi ini memicu terbentuknya pola belokan angin serta pertemuan angin (konvergensi) yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

"Atmosfer saat ini cenderung labil, ditambah pemanasan pada siang hari yang cukup kuat serta pergerakan angin yang melambat, semakin mendukung terbentuknya awan hujan," tambahnya.

BMKG memprediksi kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini masih berpotensi terjadi dalam tiga hingga lima hari ke depan.

Sementara itu, untuk status musim, BMKG memastikan bahwa saat ini Bangka Belitung masih berada pada masa peralihan atau pancaroba dan belum memasuki musim kemarau.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai angin kencang maupun petir, terutama pada siang hingga malam hari. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.