Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju sentra pertanian di Desa Padang Merbau, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma putus diterjang banjir, pada Minggu malam (5/4/2026).
Akibat insiden ini, aktivitas pertanian dan perkebunan warga setempat terganggu. Petani kesulitan menuju lahan serta mengangkut hasil panen.
Kepala Desa Padang Merbau, Elian Hardoni, mengatakan jembatan gantung itu putus setelah debit air sungai meningkat drastis hingga meluap dan menghantam struktur jembatan.
Kondisi jembatan saat ini mengalami kerusakan parah. Kerangka jembatan bengkok dan sebagian lantai jembatan terlepas, sehingga sangat berbahaya jika tetap dipaksakan untuk dilalui.
Menurut Elian, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan akses ke lahan pertanian di seberang sungai.
Baca juga: Lima Kecamatan di Seluma Bengkulu Terendam Banjir, 835 KK Terdampak
Baca juga: Seluma Siaga Banjir, Wabup Gustianto: Jangan Tunggu Banjir Besar Baru Bergerak
“Keberadaan jembatan ini sangat penting bagi petani. Sekarang tidak bisa digunakan, otomatis lahan di seberang tidak bisa digarap dan hasil panen tidak bisa dikeluarkan,” ungkapnya.
Jika kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian serta pendapatan masyarakat setempat.
Untuk itu, pihak desa berharap Pemerintah Kabupaten Seluma dapat segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan, mengingat kerusakan jembatan disebabkan oleh bencana alam.
“Kami berharap Pemkab Seluma bisa segera memperbaiki, kalau bisa menggunakan dana darurat bencana. Karena jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkas Elian.