Purbaya Tepis Isu APBN Tersisa Cuma untuk 2 Minggu,Tegaskan Defisit Terjaga & Sudah Siapkan Mitigasi
Adiana Ahmad April 07, 2026 01:19 AM

POS-KUPANG.COM - Beredar isu APBN tersisa cuma untuk 2 Minggu. Isu itu muncul di tengah krisis minyak dunia akibat Perang AS-Israel vs Iran.

Menepis isu tersebut, Menteri Keuangan ( Menkeu ) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit APBN masih terjaga. 

Pemerintah, kata Purbaya telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi defisit APBN akibat krisis minyak dunia. 

Penegasan itu disampaikan Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR membahas kinerja penerimaan negara pada triwulan I tahun anggaran 2026.

Baca juga: Tepis Indonesia Darurat Energi, Menkeu Purbaya: APBN Cukup Kuat Hadapi Tekanan Global

Dalam rapat tersebut, Purbaya menyinggung ada pihak di dalam Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyebarkan isu bahwa APBN hanya tersisa untuk 2 minggu.

"Kalau APBN nggak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang bilang uang saya tinggal 2 minggu saja sudah habis, bahkan bukan dari luar tapi dari orang Kementerian Keuangan itu sendiri yang sebarkan isu-isu seperti itu, saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung," kata Purbaya saat raker dengan Komisi XI DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Purbaya menjelaskan, pihaknya sudah melakukan perhitungan dengan segala kondisi harga minyak dunia yang melonjak naik.

"Tapi gini, begitu harga minyak naik ke level yang tinggi, kami di kementerian langsung exercise untuk masing-masing harga, harga sampai 80 dolar (per barel) kondisi APBN berapa, 90 dolar seperti apa, sampai 100 dolar seperti apa, dan mitigasinya seperti apa," ucap dia.

Baca juga: Ingin Beli PNM untuk Maksimalkan KUR, Purbaya: Biar Uang Gak Hilang Tiap Tahun

Purbaya menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto ke jajaran kabinet tentang kesiapan Indonesia menghadapi krisis minyak dunia berdasarkan perhitungan. Dia pun memastikan defisit APBN juga masih terjaga di bawah 4 persen meski harga minyak dunia melonjak.

"Jadi langkah-langkah yang disebutkan Bapak Presiden dan anggota kabinet yang lain di pengumuman sebelumnya itu sudah dipertimbangkan, dia mungkin nggak omongin, kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dollar per barel rata-rata sepanjang tahun 2026 dan dengan exercise tertentu anggaran bisa kita tekan masih di 2,92?ri PDB," jelasnya.

"Jadi sepanjang 2026 ini dengan harga rata-rata 100 aman," lanjut dia. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.