TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelita Medan Soccer memastikan satu tiket terakhir ke babak enam besar Liga 4 Sumatera Utara Piala Gubernur Sumut setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Satria Muda FC pada laga pamungkas Grup C di Lapangan Yonzipur, Minggu (5/4). Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Satria Muda FC langsung mengejutkan dengan gol cepat pada menit ke-6 melalui Wahyu Aldiansyah yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Pelita.
Tertinggal satu gol membuat Pelita Medan Soccer meningkatkan intensitas serangan. Mereka sempat mencetak gol pada menit ke-30, namun dianulir wasit karena dinilai terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang.
Tak patah semangat, Pelita akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Bayu Sugara sukses mencetak gol melalui tendangan datar yang tak mampu diantisipasi kiper lawan, mengubah skor menjadi 1-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Pelita tampil lebih agresif. Bahkan, baru satu menit setelah kick-off, Bayu Sugara kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa timnya berbalik unggul 2-1. Penampilan impresif Bayu Sugara berlanjut di menit ke-67. Pemain bernomor punggung 10 tersebut mencetak gol ketiganya sekaligus mengukir hattrick, membawa Pelita menjauh dengan keunggulan 3-1.
Satria Muda FC tak menyerah begitu saja. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol penalti yang dicetak Ermanto, sehingga skor berubah menjadi 3-2. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Pelita mampu menjaga keunggulan dan mengamankan kemenangan penting.
Hasil ini membuat Pelita Medan Soccer mengoleksi tujuh poin, sama dengan Satria Muda FC. Namun, Pelita unggul dalam head-to-head sehingga berhak melaju ke babak enam besar mendampingi Paya Bakung United yang keluar sebagai juara grup dengan raihan delapan poin usai bermain imbang 2-2 melawan Muspika.
Baca juga: Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, PSMS Medan Tahan Imbang Persikad 2-2
Founder Pelita Medan Soccer, Benny Tomasoa, mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya yang mampu mencapai target lolos ke fase berikutnya. “Pastinya bersyukur target tercapai. Tim ini murni pembinaan, semua pemain muda tanpa pemain senior. Mayoritas kelahiran 2008, dan ini menjadi modal penting ke depan,” kata Benny.
Meski demikian, Benny juga memberikan catatan terhadap kinerja perangkat pertandingan agar terus meningkatkan kualitas demi kemajuan kompetisi. “Saya selalu ingatkan pemain untuk tetap fokus dan menghormati wasit. Tapi tentu kita berharap perangkat pertandingan juga bisa semakin baik,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Pelita Medan Soccer, Yunus Saragih, menyebut kunci kemenangan timnya terletak pada semangat juang para pemain yang tidak menyerah meski sempat tertinggal lebih dulu. “Performa anak-anak sangat baik, stamina juga terjaga. Saya minta mereka terus fight dan tidak menyerah, dan itu terbukti dengan tiga gol yang tercipta,” jelasnya.
Yunus juga menyadari persaingan di babak enam besar akan semakin ketat. Ia menyebut Binjai City sebagai salah satu tim terkuat, namun tetap optimistis timnya siap bersaing. “Persaingan di enam besar pasti lebih berat. Binjai City salah satu yang paling kuat. Tapi nanti akan diundi lagi, kita lihat siapa lawannya. Yang pasti kami siap,” tegasnya.
Adapun enam tim yang memastikan lolos ke babak enam besar yakni Binjai City, PS Kwarta, Gumarang FC, Batubara United, Paya Bakung United, dan Pelita Medan Soccer. (cr29/Tribun-Medan.com)