TRIBUNPONTIANAKCO.ID, SINGKAWANG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhulta) kembali terjadi di wilayah Singkawang Selatan.
Peristiwa tersebut berlangsung di kawasan Jalan menuju Bandar Udara Kota Singkawang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, tepatnya di Jembatan 6 dan 7, pada Senin 6 April 2026 Dini Hari.
Mendapati laporan tersebut, Jajaran Polsek Singkawang Selatan bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya titik api di lokasi.
Personel kepolisian langsung turun ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman guna mencegah api meluas ke area sekitar yang berpotensi membahayakan warga maupun pengguna jalan serta penerbangan di Bandara Singkawang.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah.
Kondisi lahan yang kering serta hembusan angin membuat api dengan cepat menyebar di beberapa titik.
Meski demikian, aparat kepolisian bersama pihak terkait terus berjibaku memadamkan kobaran api hingga malam hari.
Dalam proses pemadaman, turun langsung Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie beserta Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin.
Selain itu juga Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yudianto Harruan Dandim KOTA Singkawang dengan dibantu petugas BPKS Kota Singkawang hingga berlangsung pukul 02.00 WIB.
Baca juga: Sipropam Polres Singkawang gelar Gaktiblin kepada Personel Usai Apel Pagi
Kapolsek Singkawang Selatan, Iptu Dian Edi Sarwono, menyampaikan hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
Ia menegaskan pihaknya fokus pada penanganan awal untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menimbulkan dampak lebih luas.
“Kami masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih kami selidiki,” ujar Iptu Dian Edi Sarwono.
Dian mengatakan proses pemadam cukup sulit lantaran musim kemarau mulai berlangsung.
"Upaya pemadaman cukup sulit. Lantaran cuaca panas. Ditambah lokasi lahan gambut yang mengakibatkan api susah dipadamkan," paparnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama di musim kemarau atau kondisi cuaca panas, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api agar dapat segera ditangani.
Hingga saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dan terkendali.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun aparat terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api di area terdampak. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!