Perkara Foto JAKI Pakai AI Bikin Pramono Murka: Nasib Lurah dan Petugas PPSU, Ada yang Kena SP 1
Ferdinand Waskita Suryacahya April 07, 2026 08:52 AM

 


TRIBUNJAKARTA.COM - Perkara laporan parkir liar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI) menggunakan rekayasa artificial intelligence (AI) membuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung murka.

Orang nomor satu di DKI Jakarta meminta anak buahnya untuk memeriksa pejabat Pemerintah Kota Jakarta Timur terkait dugaan manipulasi laporan tersebut. 

“Saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa apakah itu lurahnya, Lurah di Kalisari maupun Kasudin-nya,” tegas Pramono Anung.

Politikus senior itu tegas siapa pun yang terbukti bersalah dalam kasus tersebut harus dikenai sanksi. 

Ia menilai, tindakan manipulasi laporan tidak dapat ditoleransi karena mencederai prinsip transparansi dalam pemerintahan.

FOTO JAKI PAKAI AI - Perkara laporan parkir liar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI) menggunakan rekayasa artificial intelligence (AI) membuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung geram. (Kompas.com/Baharudin Al Farisi/Threads Seinsh)

Nasib PPSU

Tak hanya itu, nasib petugas PPSU yang mengunggah foto melalui aplikasi JAKI kena sanksi peringatan pertama (SP1). 

SP atau surat peringatan adalah surat yang dibuat untuk mengingatkan karyawan yang melakukan kesalahan atau pelanggaran terhadap aturan perusahaan. 

Ini artinya perusahaan tidak bisa langsung melakukan pemutusan hubungan kerja pada karyawan tersebut, melainkan diperingatkan terlebih dahulu.

Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah juga menyampaikan permohonan maaf atas viralnya tindak lanjut laporan melalui JAKI yang diduga menggunakan AI. 

“Petugas yang bersangkutan telah diberikan SP1 dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Siti dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026). 

Selain diberikan SP1, Kelurahan Kalisari menyebut oknum petugas PPSU juga sudah diminta membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

Diakuinya aduan warga terkait parkir liar sudah beberapa kali disampaikan warga, dan kerap ditangani petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan bahkan PPSU Kelurahan Kalisari.

Penyebabnya karena dalam beberapa kasus ketika laporan masalah parkir liar yang diteruskan ke Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dikembalikan ke pihak kelurahan.

"Tindakan ini kemudian viral di media sosial. Saya sudah minta nantinya saat ada permasalahan atau kendala di lapangan untuk segera melapor agar bisa dicarikan solusi," ujarnya.

Sementara guna penanganan lebih lanjut terkait masalah parkir liar di Jalan Damai, Siti menuturkan pihak kelurahan akan menggelar rapat koordinasi dengan pemilik kendaraan terkait.

Termasuk melibatkan jajaran Satuan Pelaksana (Satpel) Perhubungan Kecamatan Pasar Rebo yang berwenang menangani, dan menindak masalah parkir liar di jalan lingkungan.

"Kami minta agar Suku Dinas maupun Satpel Perhubungan dapat melakukan penindakan karena parkir di badan jalan melanggar aturan dan menggangu warga lainnya," tuturnya.

Kronologi

Laporan itu bermula dari akun Threads @seinsh yang menceritakan upayanya melaporkan parkir liar di lingkungan kelurahan yang tak kunjung menemukan solusi. 

Ketika laporan disampaikan melalui aplikasi JAKI. Akan tetapi, alih-alih mendapatkan penanganan nyata, pelapor justru menerima bukti tindak lanjut yang diduga telah dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

“Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai, coba lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI,” tulisnya dalam unggahan tersebut. 

Kondisi Terbaru

Kondisi terbaru lokasi parkir liar yang sempat viral di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, kini sudah berubah, pada Senin (6/4/2026).

Jalan yang sebelumnya dipenuhi kendaraan terparkir di tepi jalan tersebut tampak bersih dan tidak lagi dipadati mobil.

Berdasarkan laporan Kompas.com, di Jalan Damai, Kalisari, Senin (6/4/2026) malam, tidak terlihat lagi kendaraan yang parkir di badan jalan. 

Suasana di lokasi juga cenderung sepi, hanya sesekali dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan ini cukup mencolok dibandingkan kondisi sebelumnya yang ramai oleh parkir liar hingga mengganggu akses jalan warga.

Spanduk Larangan Parkir

Di sekitar lokasi, terlihat spanduk larangan parkir dipasang di tembok sebagai upaya pencegahan agar kendaraan tidak kembali parkir sembarangan.

Keberadaan imbauan tersebut menjadi penegasan bahwa area itu tidak diperbolehkan untuk parkir kendaraan.

Kendaraan Sudah Dipindahkan Pemilik

Kepala Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Pasar Rebo, Basuki, mengungkapkan kendaraan yang sebelumnya dilaporkan sudah tidak berada di lokasi.

Empat mobil yang sempat terparkir liar telah dipindahkan oleh masing-masing pemiliknya.

Dua kendaraan dipindahkan ke dalam garasi bengkel, sementara dua lainnya dibawa ke lokasi berbeda.

"Awalnya empat mobil yang parkir liar itu akan kita derek. Namun, ketika sampai di lokasi, mobil sudah tidak ada lagi dan kondisi lokasi sudah steril," kata Basuki dikutip dari Kompas.com, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, ruas jalan tersebut merupakan jalan lingkungan yang sempit sehingga kendaraan yang parkir dapat mengganggu arus lalu lintas.

“Di lokasi tersebut merupakan jalan lingkungan yang sangat sempit. Jika ada kendaraan yang parkir, akan mengganggu kendaraan lain,” kata Basuki.

Sempat Akan Ditertibkan

Menurut Basuki, pihaknya sebelumnya berencana melakukan penertiban dengan penderekan kendaraan. Namun, saat petugas tiba di lokasi, kendaraan tersebut sudah tidak ada.

Kondisi itu membuat proses penindakan tidak perlu dilakukan karena area sudah dalam keadaan steril.

Jalan Sempit

Ia menegaskan, ruas Jalan Damai merupakan jalan lingkungan dengan lebar terbatas. Keberadaan kendaraan yang parkir di badan jalan dapat menghambat arus lalu lintas.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memarkirkan kendaraan sembarangan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Penampakan Terbaru TKP Viral Rekayasa AI di JAKI: Jalan Kalisari Kini Steril, Parkir Liar Hilang
  • Baca juga: Terungkap Fakta Baru di Kalisari, Kasus Foto AI di JAKI Berujung Mediasi dan Kesepakatan Warga
  • Baca juga: Polemik Foto JAKI Diduga Pakai AI, Pramono Tegas Menyentil: Lebih Baik Belum daripada Bohong
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.