TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan maut melibatkan tiga kendaraan di Jalan Yogyakarta–Wates, wilayah Argorejo, Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (3/4/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia yang seluruhnya merupakan pengendara motor.
Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengonfirmasi kecelakaan yang merenggut empat nyawa itu.
Ritajug menjelaskan bahwa korban tewas semula berjumlah iga orang di tempat kejadian perkara (TKP).
Namun, satu nyawa korban lagi tidak dapat diselamatkan setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
"Bertambah satu, total jadi empat orang tewas," kata Rita Hidayanto saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat.
Khusus untuk korban meninggal dunia yang baru adalah AGS (17) yang merupakan warga Sidorejo, Godean, Sleman.
Rita mengatakan seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diketahui tidak menggunakan helm.
"Tidak ditemukan helm kedua pengendara sepeda motor," kata Rita.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Batam, Pemotor Tewas Diduga Tabrak Lori Mogok di Bawah JPO Top 100 Tembesi
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 02.45 WIB.
Tiga kendaraan yang terlibat adalah Honda Scoopy AB 5668 DB yang dikendarai AGS (17) berboncengan dengan R (17).
Selanjutnya mobil Toyota Avanza AD 1838 NQ yang dikemudikan oleh S (62), warga Klaten, Jawa Tengah.
Terakhir sepeda motor Scoopy AB 3554 EV yang dikendarai AA (19) bersama penumpangnya F (18).
"Kecelakaan terjadi hari ini sekitar pukul 02.45 WIB," kata Rita.
Insiden bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban diduga melaju terlalu ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan arah.
Benturan keras antar kendaraan mengakibatkan korban jiwa di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk menggunakan helm saat berkendara, guna mengurangi risiko fatalitas saat terjadi kecelakaan.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama pada waktu dini hari saat kondisi jalan relatif sepi namun berisiko tinggi.
(TribunBatam.id)