TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang remaja pesepakbola asal India, SA (13), ditemukan tewas tenggelam di dasar kolam renang sebuah hotel.
Insiden ini terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Bali, Rabu 1 April 2026 malam.
Korban yang sedang mengikuti turnamen bersama timnya tersebut ditemukan tak bernyawa saat rekan-rekan setimnya sedang pergi keluar untuk makan malam.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, menyampaikan bahwa jasad korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 21.10 Wita.
Baca juga: TRAGIS, Hendak Ikuti Turnamen, Pesepakbola Remaja Klub India Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel!
Peristiwa bermula saat dua orang mahasiswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di hotel tersebut, Aldegonda Veriosmi dan Flaviana Aldinda Ndaung, melintas di atas jembatan kolam renang usai membuang sampah.
Mereka melihat ada bayangan hitam dalam posisi tengkurap di dasar kolam.
Merasa curiga, mereka langsung memanggil petugas engineering hotel, I Made Adipujawan, yang saat itu kebetulan sedang berada di sisi utara kolam untuk menaburkan obat pembening air.
Mendapat laporan tersebut, Made Adipujawan segera mengecek lokasi dan memastikan bahwa bayangan tersebut.
"Ada tubuh manusia yang berada di dasar kolam sedalam 2 meter," kata Kompol Tomiyasa kepada Tribun Bali, Senin 6 April 2026.
Karena tidak mahir berenang, Made segera menghubungi petugas keamanan melalui radio HT.
Tak lama kemudian, petugas keamanan bersama staf resepsionis, Wahid Marzuki dan I Wayan Eka Raditya Suputra, tiba di lokasi dan langsung melompat ke dalam air untuk mengevakuasi korban.
"Upaya pertolongan pertama sempat dilakukan oleh staf hotel dengan menekan dada korban di area gazebo," ujarnya.
Saat itu, dari hidung sebelah kiri korban dilaporkan mengeluarkan buih halus warna putih.
Namun, korban tetap tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
"Pihak hotel kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit Dharma Yadnya menggunakan mobil operasional hotel," lanjut Kapolsek.
Berdasarkan keterangan Ajay Kumar, yang merupakan manajer klub KV Sport India, tim mereka sebenarnya sedang bersiap untuk makan malam.
Pada pukul 19.30 Wita, Ajay sempat melihat beberapa anak bermain di kolam kecil dan dewasa, sementara sebagian lainnya bermain bola di taman.
Namun, saat Ajay kembali ke kamar dan kemudian membawa 29 anggota tim untuk makan malam di sebuah restoran di daerah Sanur pada pukul 20.23 Wita, korban diketahui tetap tinggal di hotel.
Kompol Tomiyasa menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 21.50 Wita dan langsung mengerahkan Unit UKL Polsek Denpasar Timur yang dipimpin Pawas Aiptu I Putu Suastika ke TKP.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar juga tiba di lokasi pada pukul 23.18 Wita untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Hasil pemeriksaan awal di rumah sakit menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelasnya.
Saat ditemukan di dasar kolam, korban mengenakan baju dan celana pendek warna hijau lumut, serta kaos kaki putih merk Puma.
"Di lokasi juga ditemukan sepasang sandal hitam milik korban yang mengapung di air," ujarnya.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban meninggal dunia murni karena tenggelam di kolam dewasa tersebut.
Saat ini, jenazah remaja kelahiran Ranchi, Jharkhand tersebut telah dititipkan di RS Bali Mandara untuk proses lebih lanjut.
Kepolisian telah melakukan langkah-langkah prosedural mulai dari olah TKP hingga pemeriksaan saksi-saksi dari pihak hotel maupun manajer tim. (ian)