Aktivitas Gunung Merapi Selasa 7 April 2026: Teramati 27 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Krasak
Muhammad Fatoni April 07, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 27 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Selasa (7/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 40 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-34 mm dan lama gempa 30.97-230.97 detik.

Selain itu, tercatat pula ada 25 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-40 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 13.28-52.5 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Sementara cuaca di kawasan puncak Merapi terpantau cerah, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 17.9-20°C. Kelembaban 93.2-96 persen. Tekanan udara 873.3-916.8 mmHg.

Baca juga: Ramalan Cuaca BMKG Selasa 7 April 2026, Hujan Basahi Seluruh DIY Siang Ini

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.