- Gelombang serangan rudal Iran, termasuk penggunaan amunisi cluster, dilaporkan menghantam sekira 20 lokasi di wilayah tengah Israel pada Senin (6/4/2026).
Serangan tersebut memicu kerusakan luas serta meningkatkan jumlah korban di sejumlah wilayah.
Khususnya di sekitar Tel Aviv dan daerah sekitarnya.
Satu di antara rudal disebut menghantam langsung sebuah bangunan, menyebabkan kerusakan signifikan.
Sementara itu, hulu ledak dan serpihan rudal juga dilaporkan meledak di sejumlah titik, termasuk Ramat Gan, Petah Tikva, dan Bnei Brak.
Tak lama setelah serangan di wilayah pusat, peluncuran rudal tambahan juga terdeteksi mengarah ke wilayah Bir al-Saba (Beersheba), Dimona, dan Arad.
Otoritas setempat kemudian memperbarui data dengan menyebutkan sedikitnya tujuh orang mengalami luka, termasuk satu korban dalam kondisi kritis.
Selain itu, pecahan rudal dan hulu ledak eksplosif dilaporkan jatuh di sedikitnya 15 lokasi lain di kawasan tengah.
Sementara itu, di Haifa, media Israel mengonfirmasi ditemukannya dua jenazah dari bawah reruntuhan bangunan yang sebelumnya terkena serangan rudal Iran.
Bangunan yang terdampak dilaporkan merupakan gedung bertingkat yang mengalami kerusakan parah.
Bahkan sejumlah korban sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan.
Selain korban jiwa, kebakaran juga dilaporkan terjadi di beberapa titik di kota tersebut disertai kerusakan pada bangunan dan kendaraan.