Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Medan yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses pencarian Bily Saputra (27) yang dilaporkan tenggelam di area rawa.
Akses menuju lokasi yang licin dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki membuat tim SAR harus mendistribusikan peralatan secara manual, sehingga memperlambat jalannya Operasi SAR.
Meski demikian, upaya maksimal tetap dilakukan hingga korban akhirnya berhasil ditemukan.
Peristiwa tragis ini bermula saat Bily tengah berburu burung di kawasan lebung sawah di Desa Bumi Nabung Hilir, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Saat hendak mengambil hasil buruannya, ia diduga terpeleset akibat pijakan yang licin dan terjatuh ke dalam rawa tanpa sempat menyelamatkan diri.
Laporan kejadian baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung pada pukul 11.40 WIB dari aparat desa setempat.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa perlengkapan pertolongan di perairan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Lampung, BPBD Lampung Tengah, Polsek Rumbia, serta warga tiba di lokasi sekitar pukul 15.20 WIB.
Setibanya di lokasi, mereka segera melakukan asesmen dan memulai pencarian menggunakan metode penyisiran serta penyelaman di sekitar titik jatuh korban.
Pencarian dilakukan hingga sore hari, namun belum membuahkan hasil sehingga dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB.
Kendati demikian, pemantauan di sekitar lokasi tetap dilakukan oleh tim gabungan.
Pada malam hari sekitar pukul 21.10 WIB, tim menerima informasi dari warga yang melihat keberadaan korban tidak jauh dari titik awal kejadian.
Mendapat laporan tersebut, tim segera bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud.
Hanya berselang sekitar 10 menit, tepatnya pukul 21.20 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)