Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Pihak Kepolisian dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dan Polres Manggarai Timur (Matim), Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengungkap jaringan penyelundupan satwa lindung jenis Komodo dari Pota, Kabupaten Manggarai Timur.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Ahmad Zacky Shodri, ketika dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, di Borong, Selasa 7 April 2026.
Iptu Zacky, menerangkan kasus ini terungkap berawal dari Polda Jatim menangkap salah satu pelaku berinisial R di Surabaya, Provinsi Jatim. Dari hasil penyelidikan R mengaku membeli seekor Komodo dari wilayah Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Kemudian dari hasil pengembangan penyelidikan diketahui ada dua terduga pelaku lain yang terlibat dalam jaringan penjualan satwa tersebut yakni RS dan J berasal dari Kabupaten Manggarai Timur.
Baca juga: Saat Diselundupkan, Mulut Anak Komodo Dilakban dan Dibungkus Kaos Kaki
Karena itu, kata Ahmad, Polda Jatim langsung berkoordinasi dengan Polres Manggarai Timur untuk melakukan pengembangan penyelidikan.
Pihaknya kemudian berhasil menangkap pelaku RS dan langsung dibawa ke Surabaya untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut. Sedangkan pelaku J sengaja menyerahkan diri di Polsek Sambi Rampas, Polres Manggarai Timur, setelah tiga hari diburu petugas.
"Pelaku J ini diduga ketakutan sehingga sengaja menyerahkan diri di Polsek Sambi Rampas setelah 3 hari petugas kami melakukan pemburuan,"ujar Zacky.
Zacky mengatakan, dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa komodo yang ditangkap RS dan J dari wilayah Pota dijual kepada R dengan harga Rp 5 juta.
Komodo tersebut, kata Zacky, dikirim oleh RS dan J ke Surabaya lewat seorang perantara menggunakan transportasi laut. Namun, Pengentara itu belum berhasil ditangkap dan masih dalam proses pemburuan alias masih buron.
Zacky menerangkan, dari penyelidikan juga ditemukan bahwa komodo tersebut akan dibawa ke negara Thailand.
Zacky juga mengatakan, para pelaku juga hendak beraksi lagi untuk menangkap komodo betina, sebab sebelumnya mereka menangkap komodo jangan.
"Dipastikan, para pelaku sebenarnya hendak beraksi lagi. Sebab, yang ditangkap pertama ini kan komodo jantan, ada kemungkinan mereka mau menangkap komodo betina lagi biar komodonya dipasang-pasangkan,"terangnya. (rob)