Renungan Harian Katolik Selasa 7 April 2026, Bertobat-Dekat & Setia Ikut Tuhan Sang Sumber Hidup
Eflin Rote April 07, 2026 11:19 AM

Renungan Harian Katolik
Selasa, 7 April 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
BERTOBAT - DEKAT - KARIB & SETIA IKUT TUHAN SANG SUMBER HIDUP DAN POKOK KESELAMATAN
(Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5.18-19.20.22; Yoh. 20:11-18)

"Ibu mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari? (Yoh. 20:15).

Fakta biblis memperlihatkan kepada kita bahwa memang relasi dekat antara Yesus dan Maria Magdalena tak dapat dipungkiri.

Sebagai seorang pengikut Tuhan yang cukup dekat, karib dan setia, ia merasa sangat kehilangan ketika Tuhan wafat dan dimakamkan. Hatinya tambah hancur saat ia mendapati kubur Yesus kosong.

Dalam kepedihan dan duka yang mendalam, ia hanya bisa mengekspresikan ketakberdayaannya sebagai seorang wanita melalui tangisan pilunya. 

Dalam momen keputusasaan dan ketiadaan harapan menemukan lagi jenazah Sang Guru, keajaiban pun terjadi.

Terjadilah perjumpaan antara dia dan Sang Guru yang ia cari dan rindukan. Yesus yang bangkit datang dan menemui dia. Ia menduga orang yang sedang berdialog dengan dirinya adalah penunggu taman.

Ketika Yesus memanggil namanya, Maria, tersingkaplah matanya dan mengenali Yesus, lalu dalam bahasa Ibrani, berkata, "Rabuni!", artinya Guru. Kini kerinduannya terobati. Ia mengenali Sang Guru yang bangkit.

Tangis pilunya kini berganti sukacita. Maria bangkit dari kecewaan berat, keputusasaan dan ketakberdayaannya. Dengan semangat baru yang meluap-luap ia pun pergi untuk bersaksi tentang kebangkitan Tuhan kepada para murid, "Aku telah melihat Tuhan." 

Maria Magdalena pantas bersukacita sebab ia bagai mati dan dihidupkan kembali oleh Tuhan Yesus. Belas kasih dan kerahiman Tuhan ia peroleh ketika ia dibebaskan dari belenggu roh jahat.

Ia pun bertobat dan berkomitmen untuk dekat, karib, dan setia menjadi pengikut Tuhan. Kini ia telah menjadi saksi kebangkitan Tuhan.

Sebagaimana Tuhan memanggil nama Maria, lalu Maria melihat Dia, mengenali-Nya dan menjadi saksi kebangkitan-Nya, demikian juga kita, Tuhan memanggil kita dengan nama masing-masing untuk bersaksi tentang kebangkitan-Nya di tengah dunia dalam cara hidup yang santun, mengabdi Dia dengan tulus dalam diri sesama yang sangat membutuhkan pertolongan.

Semua orang yang rindu ikut Tuhan harus bertobat dan menerima baptisan. Dengan demikian pemgampunan dosa dan karunia Roh Kudus diterima untuk hidup baru dalam kasih-Nya. 

Melalui kotbah Petrus pada hari Pentekosta kepada orang-orang Yahudi tentang Yesus yang mereka salibkan telah dijadikan Tuhan dan Kristus, terharulah mereka, lalu bertobat dan memberi diri dibaptis untuk menerima pengampunan dosa dan karunia Roh Kudus. Ada pun jumlah mereka menurut data Kitab Suci kira-kira tiga ribu jiwa (Kis. 2:41). 

Pemazmur memberi tanggapan dalam madahnya, "Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap pada-Mu." (Mzm. 33:20.22).

Dalam hidup beriman tiada hal yang lebih penting, selain bertobat, dekat, karib, takut akan Dia serta tetap setia pada Tuhan Sang sumber hidup dan pokok keselamatan kita.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan yang bangkit memberkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Oktaf Paskah/A/II, 070426)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.