TRIBUN-TIMUR.COM — Dewan Pimpinan Daerah APERSI Sulawesi Selatan menggelar kegiatan halal bihalal bersama stakeholder perumahan di Hotel Mercure Makassar pada Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyinkronkan program sektor perumahan di Sulawesi Selatan.
Hadir dalam kesempatan itu Sekjen DPP APERSI Deddy Indrasetiawan, Ketua DPD APERSI Sulsel Yasser Latif, Sekretaris DPD APERSI Sulsel Irwan Hasan, Komisaris Bank Sulselbar Huswan Husain, pengurus DPP APERSI Muh Akbar Yusuf, sejumlah pimpinan perbankan serta jajaran pengurus APERSI Sulsel.
Ketua DPD APERSI Sulsel, Yasser Latif mengatakan halal bihalal merupakan tradisi pasca Lebaran yang tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga memperkuat koordinasi antar stakeholder dalam ekosistem perumahan.
“Ya, ini kan kegiatan halal bihalal. Biasanya kan tradisi itu setelah Lebaran kita laksanakan halal bihalal, maaf-memaafkan, ya sekaligus mempererat lagi silaturahmi kita,” ujarnya.
Yasser menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan agenda APERSI ke depan kepada para stakeholder seperti perbankan dan OJK sehingga dapat terbangun sinergi dalam mendukung sektor perumahan.
“Karena kan APERSI ini punya banyak agenda kegiatan. Dengan adanya halal bihalal ini, teman-teman para stakeholder, perbankan, OJK, mereka menjadi tahu apa yang menjadi agenda berikutnya dari APERSI. Dengan mengetahui itu ya setidaknya mungkin kita bisa bersinergi bersama,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan APERSI Sulsel akan menggelar pameran perumahan APERSI Expo yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang dan mengajak seluruh stakeholder untuk berpartisipasi.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa APERSI Sulsel akan mengadakan pameran APERSI Expo, kami mengajak semua pihak sehingga apa yang menjadi target kita bisa tercapai dan terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP APERSI, Deddy Indrasetiawan mengatakan kegiatan halal bihalal ini sekaligus menjadi momentum untuk mensinkronkan program pembiayaan properti seperti KPR, kredit konstruksi dan pembiayaan lainnya bagi pengembang di Sulawesi Selatan.
“Hari ini teman-teman DPD APERSI Sulawesi Selatan membuat halal bihalal dengan semua stakeholder, jadi ini sekalian mensinkronisasikan terkait hal-hal yang berhubungan dengan properti, baik KPR, kredit konstruksi maupun pembiayaan lainnya,” ujarnya.
Ia berharap produksi rumah oleh anggota APERSI di Sulsel dapat meningkat guna mendukung program pembangunan tiga juta rumah dari pemerintah serta mengurangi backlog perumahan.
“Harapan kami dari DPP, teman-teman di Sulsel ini produksinya bertambah, jadi realisasi bertambah. Jadi kita sama-sama mewujudkan target dari Pak Presiden terkait 3 juta rumah dan juga kita mengurangi backlog rumah di Sulawesi Selatan,” katanya.
Deddy juga mengungkapkan bahwa pengurus APERSI Sulsel menyampaikan berbagai aspirasi terkait proses pengajuan kredit konstruksi dan KPR di sejumlah perbankan.
“Ke DPP sebenarnya banyak disampaikan terkait proses permohonan kredit konstruksi atau kredit KPR di beberapa perbankan. Dan kami juga langsung rapat ke bank-bank tersebut untuk bagaimana me-match-kan antara pengembang APERSI dengan perbankan supaya prosesnya lebih smooth,” jelasnya.
Selain itu, DPP APERSI bersama kementerian terkait juga sedang membahas konsep hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan, termasuk di Makassar.
“Ke depannya kan akan ada keterbatasan lahan. Makanya di tengah kota itu harus ada hunian vertikal. Ini juga jadi solusi supaya masyarakat bisa tinggal dekat dengan tempat kerjanya,” ujar Deddy.
Menurutnya, Makassar memiliki potensi besar untuk pengembangan hunian vertikal karena saat ini masyarakat yang ingin membeli rumah subsidi banyak yang harus mencari rumah di daerah penyangga seperti Gowa dan Maros.(*)