TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPRD Kota Jambi mengelar rapat paripurna dengan agenda mendengar pandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ Walikota Jambi TA 2025, Senin (6/4/2026) sore.
Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Swarna Bumi Gedung DPRD Kota Jambi, pada pukul 15.00 WIB.
Dalam rapat paripurna tersebut mayoritas fraksi mengapresiasi pertumbuhan ekonomi yang terjadi sepanjang 2025. Selain itu tingkat kemiskinan yang menurun, pengaturan menurunkan dan PAD mencapai Rp 2 T juga mendapat apresiasi.
Namun, setiap fraksi juga memberikan kritikan dan masukan bagi Pemerintah Kota ( Pemkot) Jambi, khususnya dalam hal penangan sampah yang masih sangat kurang maksimal.
Selain itu, tata kelola banjir dan tata kelola aset juga menjadi sorotan sebagian besar fraksi pada saat paripurna tersebut.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Farid Alfarely mengapresiasi setiap fraksi dalam memberikan pandangannya dalam rapat paripurna tersebut.
Menurutnya hal tersebut membuktikan kecintaan setiap fraksi terhadap Kota Jambi.
"Setiap usulan yang masuk sangat konstruktif terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat, mulai dari tata kelolah sampah, tata kelolah banjir hingga tata kelolah aset," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Jambi Segera Lelang Jabatan 6 OPD, 5 Posisi Direkomendasi Pusat
Baca juga: Emas Antam Turun Tipis jadi Rp2.850.000, 7/4/2026 Berapa Perhiasan di Jambi?
Lebih lanjut ia mengatakan usulan disampaikan dalam paripurna tersebut bukan menyudutkan siapapun tapi lebih ke arah perbaikan
"Kita juga mendukung visi misi Wali Kota Jambi dengan Kota Jambi Bahagianya," pungkas Kemas Farid.
Terpisah, Wali Kota Jambi Maulana mengucapkan terima kasih karena semua fraksi mengapresiasi apa yang telah ia lakukan sepanjang 2025. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, berkurangnya pengangguran hingga kemiskinan.
Di akui Maulana permasalahan sampah ini memang telah menjadi perhatian khusunya apa lagi, permaslahan sampah ini menjadi permaslahan nasional termasuk Kota Jambi.
"Sampah ini setiap saat trus meningkat. Mungkin karena gaya hidup masyakat sudah sering membeli makanan dari pada masak sehingga banyak menimbulkan sampah," ujarnya.
Untuk itu, permasalahan sampah ini akan tangani langsung ke akarnya dengan mengunakan bentor memalui program kampung bahagia.
Sebingga penagulagan permasalahan sampah langsung dari rumah tangga.
Selain itu perlu adanya kesadaran masyakat sehingga tidak sembarangan membugan sampah
"Jika program ini berjalan dan masih ada yang membuang sampah berarti bukan orang Jambi. Akan kita tindak," ujar Maulana. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Emas Antam Turun Tipis jadi Rp2.850.000, 7/4/2026 Berapa Perhiasan di Jambi?
Baca juga: Terungkap di Sidang, Puskesmas Kebon IX Serahkan Uang Rp5 Juta ke Dinkes Muaro Jambi