Zionis Yahudi di Utara Israel Ramai Tinggalkan Kota, Rudal-rudal Iran Jatuh tanpa Pecegat Lagi
Ansari Hasyim April 07, 2026 01:36 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Gelombang kepanikan melanda permukiman Yahudi di wilayah utara Israel. Warga dilaporkan berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka setelah rentetan rudal Iran terus menghantam sasaran strategis tanpa terlihat upaya pencegatan yang efektif.

Seorang komandan militer senior Iran menyebut langkah eksodus itu sebagai pengakuan diam-diam runtuhnya pertahanan rezim Zionis.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Brigadir Jenderal Majid Mousavi, Komandan Pasukan Dirgantara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), melalui unggahan di media sosial Upscrolled, Senin.

Menurut Mousavi, meninggalkan kota-kota di wilayah utara sama artinya dengan menerima kekalahan dalam perimbangan kekuasaan.

“Rezim, dengan meninggalkan kota-kota utara di wilayah pendudukan, praktis menerima kekalahan dalam perimbangan [kekuasaan],” tegasnya.

Ia kemudian membeberkan penilaian kerusakan yang terjadi hanya dalam 24 jam terakhir, yang disebutnya menunjukkan efektivitas kemampuan serangan presisi Iran yang kian meningkat.
“Kilang, fasilitas listrik, pelabuhan, dan jalur kereta api Teluk Haifa telah dibajak oleh rudal Iran selama 24 jam terakhir, dan tidak ada tanda-tanda intersepsi rudal,” ujar Mousavi.

Serangan itu, lanjutnya, merupakan bagian dari pembalasan Iran atas agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur ekonomi Iran, termasuk penghancuran jembatan B1 di Provinsi Alborz serta serangan ke pabrik petrokimia Mahshar.

Pernyataan tersebut muncul di tengah memasuki minggu kesembilan serangan balasan Iran terhadap aset Amerika Serikat dan Israel. Konflik terbaru ini bermula pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan yang oleh Teheran disebut sebagai agresi tidak beralasan terhadap Republik Islam.

Sejak saat itu, Angkatan Bersenjata Iran telah merespons dengan hampir 100 gelombang serangan balasan dalam operasi yang diberi sandi True Promise 4.

Sistem pertahanan udara Israel yang selama ini digembar-gemborkan sebagai salah satu yang paling canggih di dunia dilaporkan berulang kali gagal menghentikan rudal-rudal Iran yang masuk, berdasarkan laporan medan perang.

Iran secara konsisten menegaskan bahwa seluruh operasi militernya merupakan bentuk pembelaan diri yang sah sesuai hukum internasional.

Republik Islam juga berjanji akan melanjutkan kampanye pembalasannya hingga agresi AS–Israel dihentikan dan wilayah-wilayah pendudukan menghadapi konsekuensi penuh dari perang yang mereka mulai.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.