Awal Mula Debat Panas Maruarar Soal Lahan Negara di Tanah Abang, Hercules Punya Dasar Pengelolaan
Christoper Desmawangga April 07, 2026 03:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Perdebatan panas antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dengan tokoh organisasi masyarakat Rosario de Marshall alias Hercules, menjadi sorotan publik.

Perdebatan itu terkait dengan polemik penguasaan lahan negara di kawasan Tanah Abang.

Situasi memanas ketika Ara sapaan akrab Maruarar Sirait menemukan fakta bahwa lahan yang direncanakan untuk pembangunan perumahan justru telah lama dikuasai oleh organisasi masyarakat GRIB Jaya.

Baca juga: Menteri Maruarar Sirait di Balikpapan, Singgung Kuota 3 Ribu Unit Rumah Subsidi Khusus Wartawan

Perdebatan antara keduanya bermula saat Ara menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan PT Kereta Api Indonesia untuk membahas pemanfaatan aset negara.

Lahan tersebut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan hunian bagi masyarakat.

Namun dalam pembahasan itu, terungkap adanya penguasaan oleh pihak tertentu yang dinilai tidak semestinya terjadi.

Ara pun bereaksi keras.

Baca juga: Menteri Maruarar Sirait di Balikpapan, Soroti Rumah Subsidi Dinilai Belum Berstandar Layak

"Masak negara kalah sama yang beginian," kata Ara, dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (7/4/2026).

Tak berhenti di ruang rapat, Ara langsung turun ke lokasi bersama rombongan.

Di sanalah perdebatan terbuka dengan Hercules terjadi.

Di hadapan publik, Ara menegaskan bahwa proyek tersebut murni untuk kepentingan rakyat, bukan untuk pihak tertentu.

Baca juga: Menteri Maruarar Sirait di Balikpapan, Soroti Rumah Subsidi Dinilai Belum Berstandar Layak

"Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini ya. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya," kata Ara.

Di sisi lain, Hercules mengakui bahwa lahan tersebut merupakan milik negara.

Namun ia menyebut pihaknya memiliki dasar pengelolaan berupa Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Meski begitu, ia menegaskan tidak akan menghalangi jika negara mengambil kembali lahan tersebut.

Baca juga: Menteri Maruarar Sirait Dorong Swasta dan Pengembang Bangun Rumah Subsidi di Kaltim dan IKN

"HPL itu untuk mengelola lahan tapi bukan untuk memiliki, kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan," tegas Hercules.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik.

Selain memperlihatkan dinamika di lapangan terkait pengelolaan aset negara, kejadian tersebut juga menyoroti relasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pemanfaatan lahan negara.

Sebelumnya di Istana Negara, Ara menyebut banyak lahan milik PT KAI di Senen hingga Tanah Abang, Jakarta Pusat dikuasai pihak lain.

Baca juga: Elite PDIP Minta Jokowi Tiru Maruarar Sirait: Sudah Berseberangan, Mengembalikan KTA, Itu Terhormat

Ara menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga negara harus hadir.

Ara dan KAI pun mendapati bahwa banyak sekali tanah negara yang dikuasai pihak lain.

Dia menegaskan negara akan merebutnya kembali. 

"Banyak sekali tanah negara yang dikuasai oleh pihak lain. Dan kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan juga masyarakat yang menengah dan tanggung. Supaya kita bisa bersinergi dengan cepat," jelasnya.

Baca juga: Ini Duduk Perkara PDIP Akan Laporkan Maruarar Sirait ke Polisi, Kasus Ahok BTP tahun 2017 Disinggung

Menurut Ara, nantinya, lahan-lahan itu akan dimanfaatkan untuk perumahan rakyat.

Yang pasti, kata Ara, lahan-lahan negara yang dikuasai pihak lain ini kebanyakan merupakan bantaran rel kereta.

"Iya, di banyak tempat. Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis. Kita menggunakan itu untuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir. Kita mengurus negara ini harus punya nyali, ya, menegakkan kebenaran," imbuh Ara.

Profil Maruarar Sirait

Baca juga: Maruarar Sirait dan 2 Politisi PSI Mangkir Panggilan Bawaslu, Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada

Dikutip dari pkp.go.id, pria yang akrab disapa Ara ini lahir di Kota Medan, Sumatra Utara, pada 23 Desember 1969 silam.

Ia kini berusia 57 tahun.

Meski lahir di Medan, Ara tumbuh besar di Ibu Kota Jakarta.

Ia mengawali pendidikan dasarnya di Perkumpulan Sekolah Kristen Djakarta (SD PSKD) 6, Jakarta Selatan.

Baca juga: Menteri Maruarar Sirait Dorong Swasta dan Pengembang Bangun Rumah Subsidi di Kaltim dan IKN

Ara lalu lanjut di SMPK Ora et Labora, Jakarta dan SMA Negeri 47 Jakarta.

Sementara di perguruan tinggi, ia tempuh di jurusan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung (1996).

Ara mengawali kariernya sebagai Manager KKBM (Koperasi Konsumen Bakti Mahasiswa) Universitas Katolik Parahyangan.

Ia juga tercatat menjabat di kursi Komisaris Utama PT Potenza Sinergi.

Baca juga: Ini Duduk Perkara PDIP Akan Laporkan Maruarar Sirait ke Polisi, Kasus Ahok BTP tahun 2017 Disinggung

Ara sejak bertahun-tahun dikenal sebagai politikus ulung.

Ia selama 13 tahun lamanya menjabat sebagai Sekjen PDI Perjuangan.

Ara kemudian tiga kali terpilih menjadi wakil rakyat dan duduk di Senayan, yakni periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.

Dirangkum Tribunnews.com, pada pemilihan legislatif 2019, Ara sempat mengeluarkan pernyataan ia tidak akan maju sebagai calon anggota legislatif.

Baca juga: Maruarar Sirait dan 2 Politisi PSI Mangkir Panggilan Bawaslu, Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada

Alasannya, PDI Perjuangan perlu kader-kader yang lebih muda untuk regenerasi sementara Ara sudah menjadi anggota DPR selama tiga periode. 

Namun pada akhirnya Ara kembali mencalonkan diri untuk daerah pemilihan Jawa Barat III yang meliputi Cianjur dan Bogor.

Sayangnya, Ara gagal lolos ke Senayan.

Suaranya kalah dari caleg satu partai, Rieke Diah Pitaloka.

Baca juga: Hasto Tersangka, Maruarar Sirait Sebut Sayembara Tangkap Harun Masiku Masih Berlaku, Berhadiah Rp8 M

Pada 2024, Ara pamit dari PDIP untuk bergabung ke Partai Gerindra.

Kala itu ia menyatakan diri mendukung penuh Prabowo Gerindra maju di Pilpres.

Ara kemudian dilantik menjadi  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman oleh Presiden Prabowo Subianto dan didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Jakarta, (21/10/2024). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.