Kabar Duka, Nyak Sandang Meninggal Dunia, Sosok Penyumbang Pesawat RI
IKL April 07, 2026 04:54 PM

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

PROHABA.CO,CALANG - Kabar duka datang dari Aceh Jaya. 

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, tokoh masyarakat sekaligus pejuang dermawan, Nyak Sandang, meninggal dunia di usia 97 tahun, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB. 

Almarhum mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.

Kabar wafatnya Nyak Sandang dibenarkan Camat Jaya, Syamsuddin.
“Iya benar, beliau sudah meninggalkan kita semua,” ujarnya.

Kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Aceh.

Sosoknya dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dari Aceh.

Nyak Sandang dikenal luas karena ikut menyumbangkan harta pribadinya untuk membantu pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, pada masa Presiden Soekarno.

Kisah pengorbanannya bermula pada 1948, saat Soekarno berkunjung ke Aceh untuk meminta dukungan dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Saat itu, Nyak Sandang yang masih berusia sekitar 23 tahun menjual tanah serta emas miliknya.

Dari hasil penjualan tersebut, ia memperoleh Rp100 dan langsung menyerahkannya kepada negara.

Sumbangan dari masyarakat Aceh kala itu mencapai sekitar 120 ribu dolar Singapura dan 20 kilogram emas murni.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli pesawat Seulawah RI-001 dan RI-002, yang menjadi cikal bakal maskapai nasional, Garuda Indonesia.

Sebagai bukti kontribusinya, Nyak Sandang menerima surat obligasi tertanggal 9 Oktober 1950.

Meski berasal dari keluarga sederhana, ia dikenal memiliki jiwa patriotik tinggi dan rela berkorban demi negara.

Di masa tuanya, Nyak Sandang tetap hidup sederhana. 

Ia dikenal sebagai pribadi pendiam, namun taat beribadah.

Atas jasa dan pengabdiannya, Presiden RI Prabowo Subianto pada 2025 menganugerahkan tanda kehormatan negara kepada Nyak Sandang.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi besar almarhum dalam sejarah perjuangan bangsa.

Kini, sosok Nyak Sandang dikenang sebagai simbol ketulusan dan pengorbanan rakyat Aceh untuk Indonesia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.