- Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara sempat berdebat dengan Ketua GRIB Jaya Hercules.
Adapun perdebatan itu soal penguasaan lahan milik negara di Tanah Abang.
Lantas inilah kronologi dan awal mula debat antara Ara dengan Hercules.
Peristiwa itu bermula saat Prabowo Subianto blusukan ke pinggir rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat pada (26/3).
Prabowo berjanji akan membangun rumah hunian layak bagi masyarakat.
Setelah itu, menteri Kabinet Merah Putih bergerak membangun rumah susun bagi warga yang tinggal di pinggir rel.
Pemerintah mencari lahan negara yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi rusun, mulai dari kawasan Senen hingga daerah lain.
Saat itulah, pemerintah mendapati lahan negara justru dikuasai organisasi masyarakat (ormas).
Ara dan KAI menemukan banyak sekali tanah negara yang dikuasai pihak lain.
Menteri PKP menyebut banyak lahan milik PT KAI di Senen hingga Tanah Abang yang dikuasai ormas.
Lantas, Ara mengunjungi lahan kosong milik negara di kawasan Tanah Abang yang selama ini dikuasai ormas.
Saat mengunjungi lahan kosong, Ara bertemu dengan beberapa perwakilan ormas, termasuk Hercules.
Dalam pengecekan lahan, Ara sempat berdebat dengan Ketua GRIB Jaya itu.
Hercules mengatakan lahan yang dikelola ormasnya memang lahan milik negara, namun berstatus HPL atau Hak Pengelolaan Lahan dan bukan untuk memiliki.
Sehingga Hercules mengaku tidak keberatan jika lahan itu dilepaskan untuk pembangunan hunian.