Kericuhan Konvoi Pesilat di Jombang, 30 Pelaku Teridentifikasi dan Diburu Polisi
Cak Sur April 07, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jombang bertindak tegas merespons insiden bentrokan antar-perguruan silat yang pecah di sejumlah titik pada Minggu (4/4/2026), di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim).

Hingga saat ini, polisi telah mengantongi identitas lebih dari 30 orang terduga pelaku yang terlibat dalam kericuhan antara anggota PSHT dan Perguruan Kera Sakti tersebut.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang terekam kamera warga.

Kronologi Bentrokan di Jombang

Peristiwa bermula dari kegiatan halal bihalal internal PSHT Ranting Tanjungwarung, Kecamatan Kabuh.

Meski acara berjalan tertib, masalah muncul saat massa 'penggembira' melakukan konvoi kepulangan.

"Para penggembira ini mengibarkan atributnya masing-masing. Sehingga, dari peristiwa tersebut menimbulkan beberapa peristiwa lainnya antara lain bentrok dengan perguruan silat lain yaitu Perguruan Kera Sakti," ucap AKP Dimas kepada SURYA.co.id, Selasa (7/4/2026).

Ratusan peserta konvoi bergerak menuju arah kota sembari mengibarkan atribut perguruan. Hal ini memicu gesekan saat mereka berpapasan dengan kelompok perguruan lain.

  • Lokasi bentrokan 1: Wilayah Mojosongo, Kecamatan Diwek.
  • Lokasi bentrokan 2: Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek.
  • Dampak: Sejumlah orang mengalami luka-luka dan kendaraan rusak.

"Di kedua lokasi tersebut terdapat korban dari masing-masing perguruan, baik dari PSHT maupun Kera Sakti," jelas AKP Dimas. 

"Beberapa orang sudah kami amankan beserta kendaraan dan atributnya. Sisanya akan kami jemput satu per satu untuk dimintai keterangan," tegasnya.

Sanksi Tilang dan Penyitaan Kendaraan

Selain memburu pelaku kekerasan, Polres Jombang juga menerapkan tindakan preventif dengan melakukan penyekatan di jalur Ploso hingga Tembelang.

Berdasarkan arahan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, seluruh kendaraan yang terlibat konvoi dan melanggar aturan lalu lintas akan langsung disita dan dikenai sanksi tilang.

Kasat Samapta Polres Jombang, AKP Arip, menambahkan bahwa banyak peserta konvoi justru berasal dari luar daerah, seperti Kediri dan Nganjuk, yang sengaja datang untuk bergabung dalam iring-iringan tersebut.

Dinamika Perguruan Silat di Jombang

Kabupaten Jombang memiliki sejarah dinamika antar-perguruan silat yang cukup tinggi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polda Jatim sebelumnya telah mengeluarkan imbauan, agar kegiatan perguruan tidak melibatkan konvoi massa di jalan raya.

Langkah tegas Polres Jombang ini, sejalan dengan komitmen kepolisian untuk menghapus stigma negatif perguruan silat yang seringkali diidentikkan dengan keresahan masyarakat akibat aksi konvoi liar.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial. Para orang tua juga diharapkan memantau kegiatan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi konvoi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Bagi pengurus perguruan silat, diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap anggotanya agar tidak melakukan aksi 'unjuk kekuatan' di ruang publik yang dapat mengganggu ketertiban umum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.