TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang biasanya berjalan dengan rutinitas pengawasan ketat, mendadak berubah pada Senin (6/4/2026) malam.
Sejumlah petugas gabungan dari Lapas bersama aparat TNI dari Koramil 04 Dabo Singkep bergerak merazia ke sejumlah kamar hunian warga binaan, sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan.
Kehadiran tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, yang diwakili Mualim beserta rombongan turut memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur sekaligus sebagai bentuk pengawasan.
Leo Candra menegaskan agar razia dilakukan secara profesional, humanis, dan tetap mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku.
Satu per satu kamar diperiksa secara teliti. Lemari, tempat tidur, hingga sudut-sudut ruangan tak luput dari pemeriksaan.
Razia ini difokuskan untuk mendeteksi kemungkinan adanya barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, seperti korek api, pulpen, baterai, jarum, dan jepit kuku.
Seluruh barang tersebut langsung diamankan petugas untuk didata dan dimusnahkan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, barang-barang berisiko tinggi seperti narkoba dan telepon genggam ilegal dipastikan tidak ditemukan dalam razia tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Dabo Singkep, Robby Muliadi mengatakan, razia gabungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Lapas Dabo Singkep dalam mendukung program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, peredaran handphone ilegal, serta barang terlarang lainnya.
“Melalui razia gabungan ini kami memastikan kondisi Lapas tetap aman dan tertib. Ini juga menjadi bukti sinergi antara Lapas dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan,” ujar Robby.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun insidentil sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.(TribunBatam.id/Febriyuanda)