TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Persitelbin Bintuni melayangkan kekecewaan atas sejumlah keputusan wasit dalam laga lanjutan Liga 4 Papua Barat menghadapi Kaimana FC pada Senin 6 April 2026 petang di Stadion Sanggeng Manokwari.
Pelatih kepala Persitelbin, Paulus Krey, menilai pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi itu justru diwarnai keputusan kontroversial wasit.
Sebagai langkah evaluasi, Paulus Krey akan menyaksikan rekaman pertandingan yang disiarkan langsung oleh PSSI Papua Barat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi keputusan-keputusan wasit yang dianggap tidak tepat.
“Kami akan melihat kembali video pertandingan yang disiarkan langsung. Dari situ kami bisa menilai keputusan-keputusan yang menurut kami kurang tepat,” ujar Paulus Krey, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Akhir Laga Persitelbin vs Kaimana FC Sempat Diwarnai Protes, Panitia Sigap Redam Kericuhan
Menurutnya, kedua tim tampil cukup baik dan wajar. Namun, tingginya tensi pertandingan seharusnya diimbangi dengan kepemimpinan wasit yang adil dan profesional.
Paulus menegaskan, pihaknya tidak menyesali hasil pertandingan, melainkan menginginkan jalannya kompetisi tetap sportif.
Ia menambahkan, Liga 4 Papua Barat memiliki peran penting dalam pembinaan pemain muda di daerah.
Karena itu, kualitas penyelenggaraan termasuk kepemimpinan wasit perlu mendapat perhatian serius agar kompetisi menjadi wadah edukasi bagi generasi muda.
“Kompetisi ini banyak diikuti pemain muda. Seharusnya pertandingan memberi edukasi yang baik. Kalau kepemimpinan pertandingan tidak baik, ini bisa berdampak pada perkembangan mereka,” katanya.
Baca juga: Menang Dramatis di Menit Akhir, Kaimana FC Fokus ke Semifinal Liga 4 Papua Barat
Paulus menegaskan bahwa kericuhan yang sempat terjadi di akhir laga sebagai akumulasi kekecewaan atas keputusan-keputusan yang dinilai tidak wajar.
Ia mengingatkan, situasi seperti itu bisa merusak mental dan pola pikir pemain muda.
Meski demikian, Persitelbin tetap berharap Liga 4 Papua Barat ke depan dapat berjalan lebih baik, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang siap bersaing di level lebih tinggi.
“Harapan kami ke depan tentu lebih baik lagi. Liga ini harus menjadi wadah untuk mencetak pemain muda yang profesional,” tutupnya.