Rekam Jejak Vicky Katiandagho di Divisi Tipikor Semasa Berstatus Polri, Diintervensi lalu Dimutasi
Frandi Piring April 07, 2026 01:50 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Vicky Katiandagho kembali menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Belakangan Vicky Katiandagho angkat bicara terkait mutasi dirinya ke wilayah Polres Kepulauan Talaud semasa masih aktif sebagai personel Korps Bhayangkara.

Vicky menyebut, perpindahan secara tiba-tiba tersebut  diduga memiliki kaitan dengan penanganan perkara dugaan korupsi proyek pengadaan tas ramah lingkungan yang sebelumnya ditanganinya di Polres Minahasa.

Padahal selama proses penanganan kasus tersebut, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, termasuk pengumpulan bahan keterangan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait.

“Benar ada kaitannya dengan kasus yang saya tangani sehingga di mutasi ,” ujarnya kepada Tribun Manado, Com, saat ditemui di kafenya, Senin (6/4/2026).

Vicky mengaku, ada intervensi dari luar dalam kasus yang sementara ia tangani ini.

“Ada ada intervensi, cuma saya belum bisa sampaikan nanti ada waktunya,” tuturnya.

Kata Vecky, kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut penggunaan anggaran pemerintah, sehingga perlu ditangani secara profesional dan transparan.

Dalam proses penyelidikan, tim telah berupaya mengungkap fakta-fakta yang ada, termasuk mendalami dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Bahkan dalam seminggu sudah ada 40 saksi hukum tua yang telah ia periksa di Polres Minahasa.

“Cuma karena sudah di mutasi jadi kasus ini saya lepas,” pungkasnya.

Keputusan Vicky memilih mundur dari Polri menarik perhatian publik, mengingat rekam jejaknya sebagai salah satu penyidik berprestasi di bidang penanganan kasus korupsi di Polres Minahasa.

Selama berkarier di divisi Tipikor, Vicky dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam mengungkap berbagai perkara, khususnya tindak pidana korupsi. 

Bahkan, ia tercatat telah tiga kali meraih penghargaan sebagai penyidik terbaik, sebuah pencapaian yang tidak mudah diraih di lingkungan penegakan hukum.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya dalam membongkar sejumlah kasus besar yang melibatkan berbagai pihak. 

Kinerjanya dinilai tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas, sehingga mendapatkan pengakuan dari pimpinan maupun rekan sejawat.

Kepergian Vicky dari institusi kepolisian pun menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Tidak sedikit yang menyayangkan langkah tersebut, mengingat kontribusinya dalam upaya pemberantasan korupsi sangat luar biasa.

Vicky mengungkapkan ada isu yang berkembang dirinya di mutasi ke Polres Talaud karena dirinya tak mampu mengungkap kasus korupsi.

“Selama saya bertugas di Tipikor saya dapat  tiga penghargaan penyidik paling cepat dan banyak ungkap kasus tindak pidana korupsi.

Tiga penghargaan dua dari Kapolres Minahasa dan satu dari Kapolda Sulut jadi isu saya tidak bisa selesaikan perkara  biar masyarakat yang menilai,” ujar Vicky saat ditemui Tribun Manado, Senin (6/4/2026).

Vicky mengaku ia sangat tegas dalam menjalankan tugas serta konsisten dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. 

“Namanya salah kita harus tindak siapapun itu,” tuturnya. (Fer)

Baca juga: Sebelum Dimutasi, Aipda Vicky Katiandagho Sedang Tangani Dugaan Korupsi Tas 1 Picis Harga Rp 15 Ribu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.