Sumber Anggaran Tak Lagi Berasal dari APBK
PROHABA.CO, BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Gerindra sekaligus Anggota Pansus Penyertaan Modal Perumda Tirta Daroy, Ramza Harli menegaskan, pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Daroy harus dilakukan secara mandiri, membenahi manajemen agar lebih profesional dalam rangka meningkatkan deviden perusahaan agar mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, perusahaan daerah tidak boleh lagi berharap pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK).
Ia menyebut, sumber anggaran untuk operasional Perumda Tirta Daroy seharusnya berasal dari dividen hasil usaha sendiri.
“Perusahaan daerah harus bisa mandiri, jangan berharap dari APBK. Kalau dikelola dengan baik dan profesional Tirta Daroy bisa menghasilkan profit yang maksimal dan menjadi salah satu penyumbang PAD yang signifikan,” ujar Ramza dalam rapat pansus penyertaan modal bersama dengan tim pemko Banda Aceh, Senin (6/4/2026) di ruang rapat sekretariat DPRK Banda Aceh.
Upaya untuk mendatangkan profit, Perumda Tirta Daroy bisa berinovasi dengan membuka usaha air minum kemasan dan pengelolaan ipal yang maksimal.
Namun ia juga mengingatkan, disamping mencari profit untuk PAD, Tirta Daroy tidak boleh lupa sebagai perusahaan yang mengedepankan pelayanan vital untuk kepentingan masyarakat banyak. Jadi tidak boleh mengejar profit semata.
Ketua Banleg yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Banda Aceh itu menegaskan, kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan pelayanan yang baik, kepercayaan masyarakat akan meningkat dan secara otomatis berdampak pada pendapatan perusahaan.
“Pelayanan yang profesional akan melahirkan kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah perusahaan bisa berkembang,” tegas Ramza.
Menurutnya, perusahaan daerah yang sehat akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Dengan adanya dividen dari hasil usaha, pemerintah kota bisa lebih leluasa mengalokasikan APBK untuk sektor lain yang lebih mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Ramza juga mengingatkan agar manajemen Tirta Daroy terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang efisien dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan teknologi modern dalam distribusi dan pengelolaan air bersih dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sekaligus menekan biaya operasional.
Ia berharap ke depan Perumda Tirta Daroy dapat menjadi contoh perusahaan daerah yang mandiri, profesional, dan berkontribusi besar terhadap PAD.
“Kita ingin Tirta Daroy bukan hanya sekadar bertahan, tapi benar-benar tumbuh menjadi perusahaan daerah yang membanggakan masyarakat Banda Aceh,” pungkasnya.(*)