Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG – Akses lalu lintas jalan nasional di jalur alternatif yang menghubungkan Bireuen-Takengon, tepatnya di Kampung Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kini kembali normal dan dapat dilalui kendaraan pada Selasa (7/4/2026).
Sebelumnya, akses transportasi di jalur utama tersebut sempat lumpuh total akibat luapan Sungai Wih Porak yang menggerus badan jalan pada Senin (6/4/2026) sore sekira pukul 16.30 WIB.
Akibat putusnya akses jalan nasional tersebut, sejumlah kendaraan terpaksa harus mengatrea menunggu penanganan secara darurat.
"Jalur penghubung antar kabupaten tersebut mulai bisa dilintasi sejak Senin malam setelah dilakukan penanganan darurat. Alhamdulillah sudah dapat dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sejak tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Kapolres Bener Meriah melalui Kasat Lantas AKP Syafaruddin yang dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).
Disebutkan, proses pemulihan akses jalan alternatif ini dilakukan dengan mengerahkan tiga unit alat berat.
Baca juga: BREAKING NEWS: Jalur Wih Porak Kembali Lumpuh Total Sore Ini 6 April 2026, Air Meluap ke Badan Jalan
Personel kepolisian dan TNI juga disiagakan di lokasi untuk mempercepat penanganan material yang menutup badan jalan.
Meskipun saat ini arus lalu lintas sudah lancar, pihak kepolisian meminta pemerintah melalui dinas terkait untuk segera menambah kapasitas saluran air di lokasi tersebut guna mengantisipasi luapan susulan.
"Saat ini hanya ada satu kontainer (gorong-gorong) dan itu tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Perlu ditambah dua kontainer lagi agar aliran air terbagi menjadi tiga jalur," jelasnya.
Syafaruddin menambahkan bahwa personel Satlantas Polres Bener Meriah tetap disiagakan selama 24 jam di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kemacetan panjang.
Masyarakat yang melintas diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca di wilayah Bener Meriah masih sering diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Kami mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan," pungkasnya.
Untuk diketahui, jalur Wih Porak ini menjadi akses vital bagi masyarakat di wilayah Tengah Aceh, setelah jalan nasional via Jembatan Enang-Enang putus total saat terjadi bencana hidrometeorologi pada bulan November 2025 lalu, dan hingga kini belum berfungsi. (*)
Baca juga: Sungai Dangkal Picu Luapan di Wih Porak, Adi Jablay: Normalisasi Bukan Lagi Pilihan Tapi Kebutuhan