TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terjadi kenaikan harga plastik dari bahan PE, HD, PP hingga plastik jenis bening di Jambi.
Temuan itu didapatkan, saat Tribunjambi.com mengecek harga plastik di kawasan Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Selasa (7/4/2026).
Seorang pedagang plastik dan bahan kue dikawasan setempat, Vina mengatakan terjadi kenaikan harga plastik hampir 80 persen.
“Ada (kenaikan) yang 60 persen, tapi ada beberapa yang sudah hampir 80 persen,” katanya.
Terkait kenaikan harga itu, dia mengetahui penyebab kenaikan harga plastik saat ini. Vina menjelaskan, saat ini pasokan bahan baku ke pabrik-pabrik biji plastik berkurang.
Hal itu disebabkan karena kondisi perang di kawasan timur tengah. Menurutnya, bahan baku plastik berasal dari minyak bumi dan bahan produksinya didominasi di kawasan timur tengah.
“Karena kondisi perang saat ini jadi pasokannya itu berkurang ke pabrik-pabrik biji plastik. Impor biji plastik juga akhirnya berdampak,” jelasnya.
“Jadi, pabrik untuk bahan-bahan plastik ini tidak ada bahan baku,” lanjutnya.
Sebab itu, Vina berharap agar konflik di kawasan timur tengah cepat selesai, agar harga bahan baku plastik kembali stabil.
“Jadi konsumen juga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih banyak untuk biaya produksi makanan, untuk packaging makanan,” harapnya.
“Jadi lancar lagi usaha makanan, otomatis berdampak bagus ke kita yang toko plastik,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan seorang pedagang es buah sop buah kawasan Mayang, Rahma.
Dia mengatakan, harga plastik, seperti jenis twin wall saat ini mengalami kenaikan harga. Sehingga, hal tersebut berdampak ke omset penjualannya.
Rahma menyebut, saat ini penjualannya mengalami penurunan sekitar 10 persen.
“Misalnya, sehari Rp500.000, mungkin sekarang Rp400.000 ribu, Rp300.000 kurang lebih, pokoknya berdampaklah,” katanya.
Dia menuturkan, pasca lebaran, saat pelanggannya belanja di tempatnya, beberapa diantara mereka sering bertanya kenaikan harga.
“Pelanggan-pelanggan tuh setiap beli ke sini tuh selalu nanya ‘Kak, harganya naik gak?’ Karena mungkin pada tahu tahu kan harga plastik (naik) dan sebagainya,” tuturnya.
Rahma menjelaskan, kedepannya dia akan membranding produknya kepada pelanggannya pasca kenaikan harga plastik.
Saat ini, dia masih menggunakan porsi yang sama, sehingga tidak ada pengurangan porsi dagangannya.
Harga es yang dijualnya bervariasi, dari Rp5.000 per centong. Dia juga menjual es tersebut hingga Rp12.000.
“Untuk sekarang masih tetap porsi segitu, harga masih segitu tapi enggak tahulah untuk sekitar 2 minggu atau sebulan kedepan,” jelasnya.
“Kalau harga bahan plastik naik, mungkin kami mengurangi porsi tapi harga tetap, kalau harganya enggak stabil kan, kalau stabil balik stabil masih tetap,” lanjutnya.
Rahma menambahkan, saat ini dirinya tidak berani mengemas dagangan nya dengan plastik twin wall. Sebab, saat itu harga plastik tersebut menyentuh harga Rp36.000.
“Twin Ball itu ukuran 24, enggak nyampe Rp25.000, sekarang sudah Rp36.000,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)