TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Penemuan benda asaing mirip torpedo di perairan Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat viral di media sosial, Senin (7/4/2026).
Dalam video yang beredar, tampak benda asing berwarna hitam itu diseret dari laut menuju bibir pantai yang ada di Gili Trawangan.
Kepada Desa Gili Desa Gili Indah, Wardana mengungkapkan, nelayan Gili Trawangan yang menemukan benda tersebut awalnya mengira sebuah pelampung.
“Oleh nelayan kami di Gili Trawangan awalnya mengira pelampung, tapi setelah didekati ternyata bukan,” kata Wardana, melalui sambungan telepon, Selasa (7/4/2026).
Mengetahui benda aneh dengan baja dan sejumlah perangkat elektronik, nelayan tersebut kemudian membawa kedaratan.
“Karena dianggap mencurigakan, benda itu kemudian ditarik ke darat dan dibawa ke kawasan pantai dekat salah satu hotel di Trawangan,” ungkapnya.
Wardana menduga, benda mirip torpedo itu sudah lama hanyut di laut, hal itu dilihat dari ciri-cirinya yang sudah karatan dan ditumbuhi teritip.
“Kayaknya itu Sudan lama, saya lihat di foto dan video sudah banyak ditumbuhi teritip,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta memastikan bahwa benda tersebut tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif, meski asal-usul dan fungsinya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
“Begitu informasi diterima, kami bergerak cepat melakukan pengamanan dan olah TKP bersama Tim Gegana. Hasil awal memastikan benda tersebut steril dari bahan peledak dan radioaktif,” kata Agus.
Baca juga: Makna Aksara China dalam Benda Asing Mirip Torpedo yang Ditemukan di Gili Trawangan
Tim Gegana Sat Brimob Polda NTB bersama Sat Reskrim Polres Lombok Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 13.00 WITA dengan menggunakan alat deteksi bahan peledak Kerber T dan detektor radioaktif RIIDEye X. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi ancaman langsung.
“Langkah berikutnya, benda ini kami amankan dan diserahkan ke Lanal TNI AL Mataram untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi teknis secara mendalam,” ujarnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terukur dengan melibatkan lintas instansi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk aspek keamanan dan kedaulatan wilayah.
Selain itu, garis pengamanan telah dipasang di lokasi penemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak terkait.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak berspekulasi, dan segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti secara profesional,” pungkas Agus.
(*)