TRIBUNDEPOK-Harga minyak goreng di Depok, Jawa Barat terus mengalami kenaikan pada Selasa (7/4/2026).
Tercatat hari Selasa ini harga minyak goreng kemasan perliter menyentuh angka Rp21.000 perliter dari sebelumnya Rp20.000 perliter.
Harga minyak goreng serta sembako dan pangan di Kota Depok ini dapat dipantau di situs Sipangan yang dikelola oleh Pemerintah Kota Depok.
Harga yang tertera pada situs tersebut juga berdasarkan pemantauan Pemkot Depok dan Badan Pangan Nasional.
Meski minyak goreng kemasan mengalami kenaikan, namun harga minyak goreng curah stabil yakni Rp18 ribu perliter dan Minyakita Rp15.700 perliter.
Selain minyak goreng, pangan lain yang mengalami kenaikan ialah cabai merah keriting yang kini seharga Rp46.667 perkg dari sebelumnya Rp40.000 perkg pada hari Senin kemarin.
Cabai rawit merah juga hanya mengalami sedikit penurunan yakni Rp79.167 perkg dari sebelumnya Rp82.500 perkg.
Sementara itu cabai merah besar turun menjadi Rp43.333 dari sehari sebelumnya sempat mencapai Rp50.000 perkg.
Harga daging sapi saat ini justru mengalami sedikit kenaikan dibanding saat lebaran.
Di pekan ini harga daging sapi di Depok bahkan sempat menyentuh angka Rp150.000 perkg namun hari Senin ini turun menjadi Rp142.500 perkg.
Padahal saat puasa dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, harga daging sapi sempat di angka Rp137.650 perkg.
Harga Telur Ayam negeri masih stabil yakni sekitar Rp30.000 perkg.
Harga daging ayam ras di Depok juga tidak mengalami banyak perubahan masih di angka Rp41.286 perkg meski dua hari lalu sempat menyentuh angka Rp38.000 perkg.
Masyarakat sendiri khawatir kenaikan harga plastik akan berpengaruh pada kenaikan harga pangan.
Baca juga: Momen Sederhana Pernikahan Anak Bungsu Gus Dur Inayah Wahid
Diketahui harga plastik per April 2026 melonjak tajam antara 50 persen hingga 100 persen. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku (nafta) dari Timur Tengah.
Contohnya, harga plastik kresek naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000-Rp17.000 per pak, sedangkan plastik jenis lain naik mendekati Rp25.000 sampai Rp30.000.
Namun demikian pemerintah berusaha agar tidak menaikan harga Minyakita yang dikeluarkan pemerintah.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta dukungan dan komitmen dari pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga komoditas, terutama Minyakita meski terdampak isu kenaikan bahan baku plastik.
Direktur Bina Usaha Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Lebaran atau 10 hari terakhir terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, termasuk minyak goreng.
Menurut Nawandaru, kenaikan bahan baku bijih plastik ini memberikan dampak terhadap sejumlah komoditas yang dikemas, khususnya yang menggunakan kemasan plastik termasuk minyak goreng baik yang premium, curah, maupun Minyakita.
Namun untuk Minyakita pemerintah tetap mengharapkan support dan dukungan komitmen dari pelaku usaha agar tidak menaikan harga dan tetap sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi).