KM Sabuk Nusantara Jadi Pilihan Warga Fakfak di Tengah Minimnya Layanan Kapal Pelni
Hans Arnold Kapisa April 07, 2026 03:53 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 96 menjadi tumpuan warga Fakfak, Papua Barat, di tengah minimnya layanan kapal Pelni yang beroperasi menuju berbagai kota di Tanah Papua.

Pantauan TribunPapuaBarat.com pada Senin (6/4/2026), ratusan warga terlihat memadati Pelabuhan Laut Fakfak dengan membawa barang bawaan untuk menaiki kapal perintis tersebut.

Mereka rela berdesak-desakan demi mendapatkan akses transportasi laut.

Hingga pertengahan April 2026, belum ada kapal Pelni yang berlayar dari Fakfak menuju kota-kota besar di Papua, termasuk Sorong dan Manokwari.

Kondisi ini menimbulkan keluhan masyarakat yang merasa semakin sulit bepergian.

Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Padati Pelabuhan Fakfak Naik KM Sabuk Nusantara 75

“Sudah dari tahun ke tahun tidak ada perubahan, bahkan semakin mempersulit masyarakat. Ke Sorong saja susah, semua serba pakai kapal perintis,” ujar Amrul, salah seorang warga Fakfak.

Ia menuturkan, krisis transportasi tidak hanya terjadi di jalur laut, tetapi juga udara.

“Kalau naik pesawat ke Manokwari harus transit semalam di Sorong dulu. Biaya perjalanan jadi membengkak dan menyulitkan masyarakat kecil,” keluhnya.

KM Sabuk Nusantara 96 saat ini melayani rute Fakfak–Sorong–Manokwari.

Bagi warga Indonesia Timur, kapal Pelni yang dikenal sebagai “kapal putih” dianggap sebagai sarana transportasi mewah yang jarang bisa dinikmati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.