Harga Plastik di Pasar Cikurubuk Naik 50 Persen, Pedagang Minta Pemerintah Pantau Harga Biji Plastik
ferri amiril April 07, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak awal April 2026 mulai dirasakan pedagang Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Selasa (7/4/2026).

Bahkan kenaikan ini dipicu akibat konflik geopolitik Timur Tengah, hingga berdampak ke harga plastik dengan kenaikan sampai 50 persen.

"Ya ada dampak, karena kan harga naik otomatis pasti kemampuan belinya berkurang. Bahkan kenaikannya hampir 50 persen lebih," ungkap pemilik Toko Gudang Plastik Ellen ditemui TribunPriangan.com, Selasa (7/4/2026).

Ellen menjelaskan, kenaikan harga plastik ini sudah terjadi sebelum lebaran usai dimulai konflik Timur Tengah di akhir Februari 2026.

"Dari sebelum lebaran naiknya, jadi pokonya mulai bendera perang pada 28 februari dan itu sudah mulai. Dan ini sudah keseringan naik, kadang dua hari sampai tiga hari sekali naik," ungkap Ellen.

Baca juga: 15 Kelurahan dan 4 Kecamatan di Kota Tasikmalaya Tergusur Tol Geta, Start Persiapan Lelang

Ia menjelaskan, semua jenis plastik mengalami kenaikan signifikan. Hanya bahan kue saja yang belum ada pergerakan kenaikan.

"Semua jenis plastik, tanpa terkecuali, kecuali bahan kue saat ini belum ada pergerakan. Tapi kalau ada yang hubungannya dengan plastik semuanya naik," tuturnya.

Adapun untuk beberapa jenis plastik yang naik seperti plastik makaroni yang awalnya Rp28 ribu per kilo, untuk sekarang Rp47 ribu.

Sedangkan harga plastik lain dengan ukuran sedang awalnya Rp 27.500 perkilo dan saat ini naik menjadi Rp 48.800 perkilo. Untuk gelas plastik yang biasanya dijual Rp7 ribu satu renceng isi 50 pcs sekarang dijual Rp10.500.

"Soal kenaikan tidak bisa pasti, kalau dulu naik sama, tapi berhubung ada kekhawatiran seperti sekarang yang akhirnya harga menjadi liar," jelas Ellen.

Ditanyai soal pembeli sama sangat dirasakan dan adanya pengurangan pembelian bahan plastik setiap harinya.

"Kalau pembeli ngikut saja, dia kalau butuh mau gimana lagi, tapi biasanya ada pengurangan pembelian," ungkapnya.

Ia juga dibatasi dengan jumlah pengiriman barang dari supplier karena kondisi saat ini serba naik dan tentu berdampak terhadap penjualan ke eceran.

"Kita juga dibatasi, tujuannya penyeimbang harga. Karena kalau sembarang menjual atau memborong tidak bagus, jadi ada kekhawatiran tidak sembarang borong dari supplier juga," tambahnya.

Ia berharap pemerintah pusat harus lebih peka dan melihat kondisi dibawah, supaya situasi harga bisa lebih terpantau dengan baik dan tertata.

"Harapan pemerintah mungkin harus lebih peka biar ada penyeimbang, dan pantau produksi biji plastik, agar orang yang pedagang maupun yang belanja bisa mengatur cash flow," kata Ellen.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.