Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Banjir yang melanda wilayah Kota Bengkulu pada Senin (7/4/2026) berdampak luas.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kota Bengkulu per pukul 09.30 WIB, sebanyak 2.717 kepala keluarga (KK) atau 10.868 jiwa terdampak.
Pantauan TribunBengkulu.com di sejumlah lokasi, genangan air masih terlihat merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.
Di beberapa titik seperti Rawa Makmur dan sekitarnya, air menggenangi jalan lingkungan hingga masuk ke dalam rumah warga.
Aktivitas masyarakat pun terganggu, sebagian warga terlihat mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya masih bertahan sambil menyelamatkan barang-barang berharga.
Sejumlah petugas juga tampak melakukan evakuasi menggunakan perahu karet.
Sebaran banjir terjadi di delapan kecamatan, yakni Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Selebar, Ratu Samban, Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka.
Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Kelurahan Rawa Makmur, Rawa Makmur Permai, Tanah Patah, Kebun Tebeng, hingga Pasar Bengkulu dan Tanjung Agung.
Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada fasilitas umum. Tercatat satu sekolah dan satu masjid ikut terdampak genangan air.
Sementara itu, untuk perkantoran dan fasilitas umum lainnya dilaporkan belum terdampak.
Baca juga: Terjang Banjir Bengkulu Demi Seminar Hasil, Fajri Tempuh Jalur Alternatif Menuju Kampus Unib
Dalam penanganan banjir ini, berbagai unsur terlibat mulai dari BMKG, TNI, Polri, Basarnas, hingga dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pendirian dapur umum, penyediaan logistik, hingga mobilisasi peralatan dan kendaraan operasional.
BPBD menyebutkan banjir yang disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi kini mulai berangsur surut di sejumlah titik.
Namun demikian, untuk wilayah yang terdampak banjir kiriman masih terus dipantau guna mengantisipasi potensi genangan susulan.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.