Terjang Banjir Bengkulu Demi Seminar Hasil, Fajri Tempuh Jalur Alternatif Menuju Kampus Unib
Ricky Jenihansen April 07, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Banjir yang merendam Jalan Kalimantan, kawasan Rawa Makmur, tak menyurutkan semangat mahasiswa untuk tetap berangkat ke kampus.

Salah satunya Fajri, mahasiswa FISIP Universitas Bengkulu (Unib), yang harus berjuang melewati genangan air demi mengikuti seminar hasil penelitiannya.

Fajri yang tinggal di kawasan Bumi Ayu mengaku harus memutar arah karena akses utama di Jalan Kalimantan tidak bisa dilalui akibat banjir.

“Biasanya lewat Jalan Kalimantan, tapi karena banjir tidak bisa lewat, jadi harus cari jalan lain,” ujarnya ke TribunBengkulu.com, Selasa (7/4/2026).

Perjuangan Lewati Jalur Alternatif

Untuk bisa sampai ke kampus, Fajri memilih jalur alternatif dengan naik melalui tanggul yang tembus ke Gang Merpati 4.

Selain itu, jalur lain yang bisa dilalui adalah ke arah Kuala Alam.

Namun, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya lancar.

Di salah satu titik, tepatnya di sekitar Simpang Wahana Tirta Amerta, ia masih menemui genangan air yang berasal dari luapan Sungai Bengkulu.

“Lewat tanggul tembus ke Gang Merpati 4, atau bisa juga ke arah Kuala Alam. Tapi di dekat Simpang Wahana Tirta Amerta masih ada genangan juga,” jelasnya.

Kondisi ini membuat perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya, terlebih pada jam sibuk sekitar pukul 08.00 WIB saat masyarakat mulai beraktivitas.

“Jam berangkat kerja, jadi sempat macet juga,” tambahnya.

Tetap Semangat Demi Seminar Hasil

Meski harus menghadapi banjir dan kemacetan, Fajri mengaku tetap berusaha berangkat ke kampus karena sedang dalam persiapan seminar hasil.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda kewajiban akademik.

“Lagi seminar hasil, jadi tetap harus berangkat,” katanya.

Ia berharap persoalan banjir di kawasan Rawa Makmur bisa segera ditangani, mengingat akses jalan tersebut merupakan jalur penting bagi masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Semoga ke depan bisa diatasi, supaya tidak mengganggu aktivitas seperti ini lagi,” tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.