TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul melakukan pendataan jumlah sekolah yang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta didik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat.
Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyampaikan dalam jenjang sekolah tersebut terdapat sekitar 124 sekolah yang melaksanakan TKA pada April 2026 dengan jumlah murid sekitar 13.147 siswa.
"Ada 13.147 siswa SMP dan MTs sederajat yang melakukan TKA. Dari jumlah itu, 13.101 siswa ikut TKA, dan 46 siswa tidak ikut TKA," katanya kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Sebetulnya, TKA tidak bersifat wajib bagi siswa.
Akan tetapi, bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya dengan prestasi diharapkan bisa mengikuti pelaksanaan TKA.
"Nah, di antara yang tidak ikut TKA itu ada yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah atau yayasan yang sama. Karena, kalau di swasta tidak selalu mewajibkan siswa ikut TKA," ujar dia.
Baca juga: Dishub Bantul Lakukan Pemeriksaan KIR Kendaraan Niaga, Ini Hasil Temuannya
Pelaksanaan TKA ini dilakukan dengan pembagian dua gelombang yakni gelombang pertama pada Senin dan Selasa (6-7/4/2026) yang terbagi dalam 10 menit latihan, 75 menit tes matematika dan 20 menit survei karakter.
Selanjutnya, untuk gelombang kedua yakni Rabu dan Kamis (8-9/4/2026) yang terbagi dalam 10 menit latihan, 75 menit tes Bahasa Indonesia, dan 20 menit survei lingkungan.
Namun demikian, untuk pelaksanaan TKA SMP gelombang pertama diikuti oleh MTs Almahad An Nur dan SMP Ali Maksum.
Selanjutnya, pelaksanaan TKA gelombang kedua akan diikuti oleh sekolah lainnya.
"Untuk gelombang itu disediakan oleh Kementerian. Kementerian yang menyediakan gelombang-gelombang itu. Jadi, tinggal nanti dari masing-masing sekolah yang memilih jadwal yang siap dan menyesuaikan dengan jadwal itu," tuturnya.
Pembagian gelombang pelaksanaan TKA, kata Nugroho dilakukan untuk mendukung kesiapan sekolah.
Artinya, setiap sekolah diperbolehkan memiliki mana jadwal sesuai kesiapan masing-masing sekolah.
Ditambahkan, untuk materi soal yang diujikan, Nugroho mengaku tidak mengetahuinya secara persis.
Namun, ia meyakini bahwa pemerintah pusat sudah memiliki teknis dalam memberikan soal sesuai gelombang jadwal TKA.
"Kalau itu (soal TKA dibedakan) saya tidak tahu, tapi saya kira sudah diatur dari pusat sudah ada ketentuan sendiri, sudah punya teknik bagaimana memberikan soal beberapa gelombang," tutup dia.(*)