TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Harga plastik dan thinwall (wadah plastik makanan) mengalami kenaikan di sejumlah toko termasuk distributor penjualan di Tarakan, Kalimantan Utara. Kenaikannya capai 50 persen.
Mulai dari plastik untuk membungkus makanan hingga kemasan packaging mengalami lonjakan harga. Seperti disampaikan Kepala Toko Kasih Anugerah Mart, Jery, kenaikan diperkirakan mencapai 50 persen.
"Kalau dari sisi packaging atau kemasan, terutama barang-barang plastik kayak thinwall juga itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan, bahkan terparah sepertinya. Karena kenaikan tersebut sangat tinggi, itu di kisaran sekitar 50-an persen ke atas," ucap Jery.
Jery mengatakan, penyebab kenaikan plastik dan thinwall diperkirakann karena dari bahan bakunya dari luar terbatas.
Baca juga: Sempat Viral Menu MBG Pakai Plastik, Kini Dapur Gunung Lingkas di Tarakan Pilih Kemasan Vacum
"Ketika kita juga order ke luar itu, ke pagunya langsung juga tidak ada bahan baku. Jadi istilahnya ketika terjadi kenaikan harga, ketika kita mau melakukan PO atau open order, jadinya tidak bisa karena kita harus menambah modal," ungkap Jery.
Ia melanjutkan lagi, biasanya satu karung diorder biasanya modal Rp500 ribuan misalnya dan pasca kenaikan bisa tembus Rp900 ribuan. "Nanti mau order kedua udah bisa tembus sampai Rp1 jutaan. Jadi naik sekali harganya," jelas Jery.
Ia melanjutkan lagi, tidak hanya dari plastik, tapi juga di packaging seperti thinwall, kenaikannya sangat signifikan. Dari yang biasanya hanya kisaran Rp. 12.000 kini naik ke Rp. 18.000. "Kemudian naik lagi Rp.22.000. UMKM dan masyarakat yang merasakan dampaknya," papar Jery.
Kenaikan plastik sendiri sudah dimulai sejak pertengahan bulan Ramadan kemarin. Kemudian terus naik sampai saat ini. Apalagi di plastik kresek, kenaikan bisa sampai 10 persen.
"Kemudian plastik es, sama buat lontong, naik 5 persen," urainya.
Baca juga: Anggota DPRD Kaltara Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik
Informasi langsung yang ia terima dari pemasok kemungkinan akan ada kenaikan lagi. "Ada kenaikan lagi, tapi kita nggak tahu. Karena kan sementara kan bahan pokoknya plastik itu lagi kosong memang," ujarnya.
Untuk plastik yang dijual di tokonya, didatangkan dari luar Kalimantan. Yakni dari Surabaya paling terbesar.
" Karena dari sana sudah naik juga. Di sana itu naik, jadi kita juga menyesuaikan sebenarnya. Karena teman-teman UMKM kan berdampak besar. Karena kan teman-teman UMKM itu ksian, terutama di bidang gelas-gelas, itu sangat berdampak. Jadi kita penyesuaian aja," paparnya.
Ia menambahkan lagi, di toko ini, perhitungan ongkir juga cukup besar ditambah ada kenaikan harga sehingga mau tak mau harus menyesuaikan harga.
"Kalau kaget banyak, kita juga terkaget-kaget sebenarnya. Ya karena harga itu kalau dibilang naik. Pasti bilang biasa aja sih naik. Tapi sekarang kita sebutnya terbang tinggi. Karena jauh banget, naik 50 persen, naiknya bertahap," paparnya.
Ia merincikan detail, plastik packaging seperti gelas-gelas, paper cup, dari harganya Rp8.000-an, sekarang tembus Rp12.000.
"Terus ada yang lain lagi, ada yang Rp20.000. Kemudian thinwall, yang tempat kita makan, biasa itu Rp25.000-Rp26.000. Sekarang naiknya Rp32.000," ujarnya.
Lalu plastik kiloan biasanya Rp7 ribuan sampai Rp8 ribuan kini tembus di angka Rp12 ribuan hingga Rp15 ribuan.
Namun demikian, sejauh ini belum ada penurunan pembelian. Karena UMKM mau tak mau tetap membeli karena kebutuhan.
"Teman-teman UMKM kalau ke sini nanyanya adakah produk sebanding, kamj menyesuaukan. Kalau yang sama kualitasnya kita gak ada. Karena kita menyesuaikan. Soalnya begitu barang datang, kita menyesuaikan harga yang ada dari modalnya," ujarnya.
Selain pembeli dari Tarakan, juga pemesanan datang dari luar Tarakan. Bahkan yang lebih besar itu di luar kota.
"Karena teman-teman luar kota mungkin indeks pembeliannya itu lebih besar. Kalau luar kota tuh misalnya belanjanya, menyediakan stok 20 kapasitas gudangnya, dia stoknya bisa sampai 34 persen karena kenaikan harga ini," ujarnya.
Ia menyebutkan ada sekitar 80 item dijualkan, ada kisaran 50 jeni stok kosong. Yang dijualkan stok yang ada saat ini. Contoh thinwall jenisnya banyak.
"Cuman ada beberapa dari item itu kosong. Dan ada dari brand apa itu sudah kosong," ungkapnya.
Pelanggannya rerata selain UMKM juga dari masyarakat biasa atau pribadi yang ingin membuat kue.
"Karena kita toko kemasan bahan kue," jelasnya.
Ia menambahkan kenaikan harga wajar terjadi di pasaran karena harga fluktutif. "Tapi kenaikan harga ini paling tinggi," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah